Inovasi Durawave Untag Surabaya Menang di Kompetisi Internasional

  • 03 Desember 2025
  • 26

Tim Inovasi Untag Surabaya kembali menorehkan prestasi di ajang internasional The 4th Virtual International Innovation and Invention Ideas Competition (VIIIIC) 2025 yang diselenggarakan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia.


Melalui “Durawave”, inovasi buku fleksibel yang dapat digulung, tahan air, dan tidak mudah robek, tim ini meraih Bronze Award. Terinspirasi dari kebutuhan pengguna tas kecil, gagasan tersebut dinilai memiliki potensi kuat untuk dikembangkan menjadi produk nyata.


Tim Durawave dipimpin oleh Ivena Caroline, mahasiswa Program Studi Sastra Jepang semester 7, bersama M. Fathur Rizki mahasiswa semester 5 Prodi Manajemen, dan Aim Matus Noer Soleha mahasiswa semester 5 Prodi Akuntansi. Mereka dibimbing oleh Prof. Dr. Siti Mujanah, MBA., PhD., Dr. Ulfi Pristiana, M.S, dan Dr. Mega D. Novita, S.E., M.M.


Durawave merupakan konsep buku fleksibel yang dapat digulung sehingga mudah dibawa, namun tetap kokoh sebagai media pencatatan. Produk ini dirancang menggunakan kertas Yupo atau Translucent, kertas tahan air, tidak mudah robek, dan ramah lingkungan karena tidak berbahan dasar kayu. Kombinasi fleksibilitas dan material kuat menjadikan Durawave sebagai gagasan sederhana namun relevan, dengan peluang pengembangan di masa depan.




Ide ini berawal dari tugas mata kuliah Kewirausahaan (KWU). Proposal bisnis kelompok Ivena dianggap potensial sehingga didorong oleh dosen pengampu untuk mengikuti VIIIIC 2025. Kampus memberikan dukungan penuh dengan membiayai pendaftaran sehingga tim dapat fokus menyempurnakan proposal.


Selama prosesnya, tim mendapatkan arahan intensif dari dosen pembimbing untuk memastikan konsep memenuhi standar kompetisi internasional. Kolaborasi ini mencerminkan ekosistem inovatif Untag Surabaya yang memberi ruang bagi mahasiswa mengembangkan gagasan hingga level global.


Proses pendaftaran dilakukan dalam waktu singkat dan menjadi tantangan tersendiri. Penjurian berlangsung secara virtual pada 7 November 2025, dan Durawave berhasil menarik perhatian dewan juri. 


“Rasanya seperti tidak percaya karena kami pikir ide ini masih sederhana. Tapi ternyata dosen kami melihat potensi yang tidak kami sadari,” ujar mahasiswa semester 7 tersebut (21/11). 


Penghargaan yang diterima berupa sertifikat resmi dari panitia VIIIIC 2025, menjadi pengakuan internasional yang memperkuat rekam jejak prestasi mahasiswa Untag Surabaya. Pengumuman resmi melalui kanal YouTube FBM UiTM menempatkan Durawave sebagai salah satu inovasi terbaik pada kategori Undergraduate & Polytechnic Students.


Saat ini Durawave masih berupa konsep sebagaimana format kompetisi, namun beberapa anggota tim dari FEB mempertimbangkan untuk mengembangkannya menjadi produk fisik. Ivena juga melihat peluang untuk mengajukan proyek ini ke skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) agar dapat dikembangkan lebih lanjut melalui jalur akademik.


Pengalaman mengikuti VIIIIC memberikan wawasan baru bagi tim tentang bagaimana ide dapat berkembang ketika mahasiswa berani melampaui tugas kuliah dan membuka diri pada peluang kompetisi internasional.


“Kalau kalian punya dedikasi dan komitmen untuk menyelesaikannya, patut dicoba. Menang atau tidak, tetap ada pelajaran penting untuk ke depannya,” ungkap Ivena (21/11).


Prestasi tim Durawave menjadi bukti komitmen Untag Surabaya dalam membangun kultur inovasi dan keberanian mahasiswa berkompetisi di tingkat global. Sebagai Kampus Merah Putih, Untag terus mendorong mahasiswa memaksimalkan potensi mereka, termasuk mengembangkan tugas kuliah menjadi karya yang layak bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Gisela)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\