Ketua YPTA Surabaya : Mahasiswa Untag Harus Nasionalis & Patriotik

  • 03 September 2025
  • 200

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menghadirkan Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, dalam pembekalan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, Selasa, 2 September 2025. Ia menekankan pentingnya wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, dan semangat patriotisme sebagai ciri khas Kampus Merah Putih.


Dalam pembukaan materinya, J. Subekti mengajak mahasiswa baru untuk bangga menjadi bagian dari Untag Surabaya.


“Saudara bukan mahasiswa nomor dua. Anda berada di kampus merah putih, kampus pertama yang lahir di Jawa Timur pada 1958. Jangan pernah merasa pinggiran,” tegasnya, disambut tepuk tangan ribuan mahasiswa.


Tahun ini, minat calon mahasiswa untuk bergabung dengan Untag Surabaya meningkat signifikan, menempatkan kampus ini di atas rata-rata perguruan tinggi swasta lainnya di Jawa Timur. J. Subekti kemudian memaparkan wawasan kebangsaan sebagai cara pandang menjaga keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia mengulas filosofi Garuda Pancasila serta menekankan bahwa Indonesia adalah satu kesatuan, bukan kumpulan “luar pulau”.


Ia juga menegaskan bahwa pendidikan di Untag Surabaya tidak hanya mencetak orang pintar, tetapi juga generasi berkarakter dan berakhlak mulia. Sebagai bukti, Untag menjadi perguruan tinggi pertama yang memiliki lembaga pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual, sekaligus satu-satunya kampus dengan mata kuliah wajib Patriotisme.


Selain membahas karakter bangsa, J. Subekti mengajak mahasiswa mengenali kekayaan Indonesia: 17.001 pulau, 1.340 suku bangsa, dan 718 bahasa daerah. Ia juga menyinggung pengakuan UNESCO pada 2024 yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.


“Layak kalau bahasa Indonesia diakui dunia. Bahkan mahasiswa asing kini belajar bahasa Indonesia dan memainkan gamelan,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Untag Surabaya kini berada di peringkat 38 dari 4.400 perguruan tinggi Indonesia dan sudah diakui internasional. Ia juga mengenang keberhasilan Untag mendidik 100 pemuda Papua (1999–2005), di mana 85 orang lulus dan kini menduduki jabatan strategis tanpa terseret kasus korupsi.


Menutup pembekalannya, J. Subekti memberikan motivasi bahwa mahasiswa Untag Surabaya harus berani menciptakan lapangan kerja, melanjutkan pendidikan, dan bahkan menjadi dosen.


“Kalau sudah lulus S1, ciptakan lapangan kerja. Kalau mau lanjut S2, silakan, gratis DPP. Kalau mau jadi dosen, selesaikan S3 dulu,” ungkapnya.


Dengan penuh semangat, ia menutup sesi dengan seruan lantang: “Selamat datang di Kampus Merah Putih. Mari kita belajar dan berjuang. Merdeka!” (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\