Pentingnya pergeseran paradigma dalam layanan psikologi menjadi sorotan dalam kuliah umum bertajuk “Psikologi Komunitas sebagai Strategi Intervensi Sosial Berbasis Masyarakat” yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026, di Graha Widya Untag Surabaya.
Kuliah umum ini menghadirkan Dr. Hadi Suyono, S.Psi., M.Psi., akademisi sekaligus praktisi psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Dalam pemaparannya, ia menilai bahwa pendekatan klinis yang bersifat individualistik belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam menghadapi isu kesehatan mental yang semakin kompleks.
Turut hadir pimpinan program studi, di antaranya Kaprodi Sarjana Psikologi Rahma Kusumandari, M.Psi., Psikolog, dan Kaprodi Magister Psikologi Dr. Dyan Evita Santi, M.Si., Psikolog, serta sejumlah dosen Fakultas Psikologi Untag Surabaya. Kegiatan ini diikuti peserta lintas jenjang, mulai dari mahasiswa sarjana, magister, hingga profesi psikologi.
Wakil Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya, Dr. Mamang Efendy, S.Pd., M.Psi., dalam sambutannya menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting dalam intervensi sosial karena mampu menjangkau masyarakat secara lebih kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan.
“Pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi penting dalam intervensi sosial karena pengembangan komunitas mampu menjangkau masyarakat secara lebih kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujarnya (18/4)
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program S1 dan S2 Psikologi Untag Surabaya mengedepankan pendekatan scientific research dalam pengembangan komunitas. Hal ini bertujuan menghasilkan lulusan yang tidak hanya berorientasi pada individu, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat secara luas.
“Melalui visi ini, kami mengembangkan kajian dan praktik psikologi yang tidak hanya berorientasi pada individu, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas yang lebih luas,” imbuh Dr. Mamang
Pada sesi inti, Dr. Hadi kembali menegaskan pentingnya perubahan pendekatan dalam layanan psikologi. Menurutnya, layanan yang terlalu berfokus pada individu tidak cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara luas.
“Layanan psikologi yang bersifat klinis dan individualistik tidak mampu melayani warga yang mengalami kesehatan mental secara luas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa permasalahan kesehatan mental tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan yang sistemik dan berbasis sosial.
“Proses ini memunculkan kesadaran bahwa menyelesaikan kesehatan mental tidak bisa ditangani secara individu, tetapi perlu pendekatan yang sistemik dan sosial,” ungkapnya.
Perubahan dari pendekatan individu menuju komunitas, lanjutnya, menjadi langkah strategis agar peran psikologi semakin diakui, termasuk dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional.
“Kita perlu berubah dari yang sifatnya individual menjadi sosial dan komunitas, agar ada kesadaran bahwa peran psikologi penting dan seharusnya dapat dilibatkan dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya
Kegiatan yang terbagi dalam dua sesi ini berlangsung interaktif. Sesi pertama diikuti mahasiswa S1 dan S2 pada pagi hari, sedangkan sesi kedua diperuntukkan bagi mahasiswa profesi psikologi pada siang hari.
Selama kegiatan berlangsung, diskusi berjalan dinamis dengan keterlibatan aktif peserta dalam sesi tanya jawab. Berbagai pandangan dan perspektif disampaikan terkait penerapan psikologi komunitas dalam kehidupan nyata.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya ketertarikan terhadap topik yang diangkat. Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Untag Surabaya berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan pendekatan psikologi komunitas secara nyata di masyarakat. (Dini)