Literasi Keuangan Jadi Kunci Financial Freedom Gen Z

  • 13 Juli 2026
  • 24

Financial freedom Generasi Z tidak cukup ditopang oleh penghasilan yang tinggi. Disertasi Ridi, S.Ak., M.M., menunjukkan bahwa literasi keuangan dan perilaku keuangan menjadi faktor penting dalam membentuk pola pikir menuju kebebasan finansial.


Temuan tersebut dipaparkan dalam ujian promosi doktor Program Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Untag Surabaya yang digelar di Meeting Room Grha Wiyata Untag Surabaya pada Selasa (7/7/26).


Melalui disertasi berjudul "Pengaruh Lifestyle, Perilaku Konsumtif, dan Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan dan Mindset Financial Freedom Dimoderasi oleh Perilaku Berhutang pada Generasi Z Mahasiswa Ekonomi di Kalimantan Selatan", Ridi menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku keuangan dan pola pikir financial freedom mahasiswa Generasi Z di Kalimantan Selatan.


Menurut Ridi, penelitian tersebut berangkat dari fenomena masih rendahnya tingkat financial freedom dan pola pikir keuangan Generasi Z di Provinsi Kalimantan Selatan.


"Masih banyak Generasi Z di Provinsi Kalimantan Selatan yang belum memiliki tingkat financial freedom maupun pola pikir (mindset) keuangan yang baik. Padahal, hal tersebut sangat penting untuk membentuk perilaku keuangan yang sehat serta meningkatkan literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan literasi keuangan yang baik, diharapkan Generasi Z dapat menghindari gaya hidup konsumtif maupun fenomena fear of missing out (FOMO) yang saat ini cukup banyak terjadi," jelasnya (7/7)


Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Semakin tinggi pemahaman seseorang mengenai pengelolaan keuangan, semakin baik pula kemampuannya dalam mengatur pengeluaran, merencanakan keuangan, serta mengambil keputusan finansial secara bijaksana.


Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa perilaku keuangan yang baik berkontribusi positif terhadap terbentuknya mindset financial freedom. Namun, pengaruh tersebut dapat melemah ketika individu memiliki perilaku berutang yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan berutang berpotensi menghambat tercapainya kebebasan finansial meskipun seseorang telah memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik.


Perilaku konsumtif juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan. Semakin tinggi kecenderungan seseorang berperilaku konsumtif, semakin rendah kualitas pengelolaan keuangannya. Sebaliknya, penelitian ini menemukan bahwa gaya hidup (lifestyle) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan maupun mindset financial freedom mahasiswa ekonomi di Kalimantan Selatan.


Menurut Ridi, hasil penelitian ini juga memiliki relevansi dengan dunia kerja, khususnya di sektor perbankan. Ia menjelaskan bahwa rekam jejak keuangan seseorang, seperti riwayat kredit atau BI Checking, sering menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Oleh karena itu, literasi dan perilaku keuangan yang baik perlu dibangun sejak usia muda agar mampu mendukung kesiapan Generasi Z memasuki dunia profesional.


Ridi berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi akademisi dan peneliti selanjutnya, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan literasi dan perilaku keuangan masyarakat, khususnya di kalangan Generasi Z. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id