Magister Arsitektur Untag Surabaya Kupas Cara Arsitek Mengolah Data Jadi Desain

  • 28 April 2026
  • 31

Upaya memperkuat fondasi riset di bidang arsitektur terus dilakukan oleh Program Magister Arsitektur Untag Surabaya. Salah satunya melalui penyelenggaraan workshop yang menghadirkan pakar untuk membedah metode analisis data secara komprehensif.


Kegiatan Workshop Metode Analisis Data dalam Penelitian Arsitektur ini digelar pada Jumat, 24 April 2026 di Ruang Q210, Gedung Graha Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani Untag Surabaya Lt. 2 Untag Surabaya, dan dihadiri oleh mahasiswa sarjana serta magister teknik arsitektur.


Workshop menghadirkan Hanson E. Kusuma, Dr. Eng., dosen Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai narasumber. Dengan pengalaman di bidang analisis data dan metode penelitian arsitektur, Hanson memandu pembahasan mengenai pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam riset arsitektur.


Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Arsitektur Untag Surabaya, Tigor Wilfritz Soaduon Panjaitan, S.T., M.T., Ph.D., IALI, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan dari pakar sekaligus langkah awal membangun kerja sama antar institusi, khususnya dengan ITB.


“Kami ingin mendapatkan sharing dari expert yang juga merupakan penulis buku di bidangnya. Selain itu, kami sedang menjajaki kerja sama dengan ITB yang telah lebih maju dalam pendidikan. Harapannya ada transfer pengetahuan untuk meningkatkan kualitas prodi kami,” jelasnya (24/4)


Dalam pemaparannya, Hanson menegaskan bahwa pemahaman metode penelitian merupakan fondasi penting untuk menghasilkan desain arsitektur yang optimal dan berbasis data. Ia menekankan bahwa pendekatan penelitian tidak hanya relevan untuk kebutuhan akademik formal, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik profesional sehari-hari.


Pada sesi kualitatif, dibahas lima metode utama, yakni narrative research yang berfokus pada perjalanan hidup individu, fenomenologi untuk menggali esensi pengalaman kelompok, etnografi yang menelaah hubungan sosial dan ruang, grounded theory untuk mengidentifikasi faktor penyebab suatu fenomena, serta case study yang menitikberatkan pada kajian mendalam objek spesifik seperti bangunan heritage.


Sementara itu, pendekatan kuantitatif dipaparkan melalui tiga metode utama, yaitu penelitian korelasional untuk melihat hubungan antarvariabel, eksperimen dengan intervensi terkontrol terhadap variabel, serta kuasi eksperimen yang memiliki keterbatasan dalam pengendalian variabel. Pendekatan ini digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara variabel independen dan dependen secara lebih terukur.


Tidak hanya teori, peserta juga memperoleh pemahaman aplikatif melalui contoh tesis terkait desain pasif bangunan, seperti penggunaan shading, double skin, dan green roof. Dalam sesi ini dijelaskan cara menyusun desain eksperimen, mengelola data numerik, hingga penggunaan analisis statistik seperti ANOVA untuk menguji signifikansi perbedaan antar model.


“Metode penelitian kualitatif ada lima dan kuantitatif ada tiga. Ini penting karena dapat digunakan tidak hanya dalam penelitian formal di kampus, tetapi juga dalam praktik arsitektur sehari-hari sehingga desain yang dihasilkan menjadi lebih optimal,” jelas Hanson.


Prodi Magister Arsitektur Untag Surabaya menargetkan kerja sama dengan ITB berkembang ke tahap konkret, seperti penandatanganan Memorandum of Agreement MoA, kuliah tamu, serta kolaborasi riset dan joint studio, sekaligus melibatkan lebih banyak mahasiswa dari jenjang sarjana dan magister. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\