Mahasiswa Akuntansi Untag Surabaya Borong Juara di Dua Ajang Nasional

  • 20 November 2025
  • 36

Mahasiswa Akuntansi Untag Surabaya kembali membuktikan keunggulan akademiknya dengan menorehkan prestasi  di dua kompetisi nasional bergengsi, Ignite Future Festival (IFF) 2025 dan National Creatihnk Festival (NCF) 2025.


Di ajang IFF 2025 yang digelar di Universitas Mataram pada 30 Oktober 2025, mahasiswa Untag berhasil meraih sejumlah penghargaan:

- Juara 1 Esai Nasional: Daarin Dewi Nabilah

- Juara 3 Esai Nasional: Amalia Tizka Zhahrina

- Juara 3 Esai Nasional: Nur Imroatus Sholikah

- Best Idea Esai Nasional: Feriona Ayurzita Ilyas

- Best Idea Esai Nasional: Amalia Tizka Zhahrina

- Best Idea Esai Nasional: Daarin Dewi Nabilah


Prestasi tak berhenti di situ. Pada National Creatihnk Festival (NCF) 2025 di UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, 3 November 2025, mahasiswa Untag Surabaya juga tampil gemilang melalui kategori IdeaFest Competition:

- Gold Medal (Tema Pariwisata dan Kuliner): Amalia Tizka Zhahrina, Feriona Ayurzita Ilyas, Ni Putu Ayu Sinta Widiasih

- Juara 2 Nasional (IdeaFest Competition): Amalia Tizka Zhahrina, Feriona Ayurzita Ilyas, Ni Putu Ayu Sinta Widiasih


Di balik penghargaan tersebut, tersimpan kisah menarik para mahasiswa, terutama Amalia Tizka Zhahrina dan Daarin Dewi Nabilah, yang mewakili karakter dan motivasi berbeda namun sama-sama berhasil membawa prestasi ke kampus.


Amalia Tizka Zhahrina – Dari Desain ke Dunia Kepenulisan Ilmiah


Amalia, mahasiswi semester lima, awalnya tidak membayangkan terjun ke dunia kepenulisan. Hobi utamanya adalah desain, namun perkenalan dengan lomba ilmiah membuka jalan baru baginya.


“Awalnya saya tidak mengenal artikel ilmiah sama sekali. Tapi setelah dikenalkan teman tentang dunia kepenulisan dan kompetisi, saya mulai menemukan passion baru,” ujarnya dalam wawancara (13/11)


Sebagai Kepala Divisi Humas UKM Fordimapelar sekaligus staf Media dan Creative Department di Ikatan Akuntan Indonesia Muda Jawa Timur, Amalia terbiasa mengatur waktu antara kegiatan organisasi dan tanggung jawab akademik.




Di IFF, ia bersama tim mengusung gagasan aplikasi virtual tour untuk memudahkan wisata digital. Sementara di NCF, Amalia mengolah konsep pameran budaya dan kuliner nasional sebagai solusi atas memudarnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia. Gagasan ini menarik perhatian pembina lomba dari Dinas Kebudayaan Jakarta yang menawarkan dukungan pendanaan ratusan juta rupiah.


Amalia menargetkan mengikuti Konferensi Regional Akuntansi 2026 pada ajang paper ilmiah internasional.


Daarin Dewi Nabilah – Si Pemalu yang Berani Melangkah


Berbeda dengan Amalia, Daarin terjun pertama kali melalui IFF 2025. Meski pemalu, ia memberanikan diri mengikuti lomba karena ingin mencoba hal baru.


“Awalnya saya pemalu, tapi ingin mencoba. Akhirnya saya ikut lomba,” ujarnya.


Sebagai ketua tim, Daarin mengatur alur kerja mingguan dan memastikan konsep esai tersusun rapi. Ia melakukan riset jurnal secara mendalam sebelum mengembangkan ide pariwisata digital yang meraih Silver Medal dan Best Idea. Pengalaman berangkat lomba sendirian menjadi pelajaran besar baginya.


“Pelajarannya, jangan takut dan jangan ragu. Kita tidak tahu kemampuan kita sampai mencoba,” tegas Daarin.


Daarin berencana memperdalam riset dan mencoba lebih banyak perlombaan di tahun berikutnya.


Keduanya sepakat bahwa keberhasilan tidak lepas dari bimbingan dosen pembimbing, Kusnan, S.AP., M.KP., yang selalu mendampingi persiapan, memberikan umpan balik naskah, dan mendorong mahasiswa berani mengikuti kompetisi di luar kampus.


Prestasi Amalia dan Daarin menunjukkan bahwa keberanian mencoba membuka banyak pintu kesempatan. Mereka berharap semakin banyak mahasiswa Untag Surabaya berani keluar dari zona nyaman dan membawa warna baru bagi kampus.


“Jangan ragu ikut lomba. Mungkin kalian bisa jauh lebih hebat dari kami,” tutup keduanya. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\