Mahasiswa Arsitektur Dibekali Ide Kreatif hingga Penulisan Proposal Tugas Akhir yang Terarah

  • 21 Oktober 2025
  • 2957

Program Studi Arsitektur Untag Surabaya terus berupaya menyiapkan lulusan yang tangguh dan siap menghadapi dunia profesional. Salah satu upayanya diwujudkan melalui Workshop Penulisan Proposal Tugas Akhir Perancangan, yang digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Meeting Room Graha Wiyata Lantai 1 Untag Surabaya.


Kegiatan yang juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Prodi Arsitektur ini diikuti mahasiswa semester 5, 6, dan 7. Mereka mendapatkan pembekalan strategis mengenai penyusunan proposal Tugas Akhir (TA) sebagai langkah awal menuju karya perancangan arsitektur yang matang.


Ketua Program Studi Arsitektur Untag Surabaya, Dr. Ar. Andarita Rolalisasi, S.T., M.T., IPM., IAI, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami sejak dini proses penyusunan proposal yang baik dan terarah.


“Biasanya mahasiswa mulai kesulitan saat memasuki semester tujuh, terutama dalam merumuskan ide agar proposal lebih terarah. Karena itu, kegiatan ini kami selenggarakan rutin setiap semester agar mahasiswa memiliki panduan dan kesiapan yang lebih baik,” ujar Dr. Andarita (16/10).


Workshop dipandu oleh Dr. Suko Istijanto, Dipl. TRP., M.T., dan menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang akademik dan profesional arsitektur.


Materi pertama disampaikan oleh Dr. Ar. Darmansjah Tjahja Prakasa, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., IAI, dengan topik “Penentuan dan Kelayakan Judul pada Proposal Tugas Akhir Perancangan Arsitektur.” Ia menekankan pentingnya membedakan tiga komponen utama tentang tema, topik, dan judul yang harus saling berkaitan dalam proses perancangan.


Darmansjah memperkenalkan pendekatan reflektif “4U” (Mau, Tahu, Mampu, dan Maju) untuk membantu mahasiswa mengenali minat pribadi, memahami isu kontekstual, mempersempit fokus, dan menguji kelayakan proyek.


“Judul yang baik harus mencerminkan arah desain, nilai inovasi, dan relevansi terhadap isu arsitektur kontemporer,” jelasnya.


Sebagai contoh, ia menampilkan format judul yang informatif dan kontekstual seperti “Konservasi Adaptif dan Revitalisasi Ruang Publik: Desain Pusat Kegiatan Komunitas Berbasis Heritage di Pelabuhan Cirebon.”


Sesi kedua diisi oleh Ar. Mufidah, S.T., M.T., IAI, dengan materi “Strategi Menyelesaikan Laporan Tugas Akhir: Tips & Trik untuk Mahasiswa Arsitektur.” Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan desain dan penulisan ilmiah.


“Banyak mahasiswa terlalu fokus pada aspek visual, sehingga aspek akademik tertinggal. Padahal keduanya harus berjalan beriringan,” papar Mufidah.


Ia memperkenalkan sejumlah platform digital yang dapat menunjang efektivitas kerja mahasiswa seperti XMind dan Miro untuk mind mapping, Trello dan Notion untuk pengelolaan progres, serta Mendeley, Google Scholar, dan ResearchGate untuk pencarian literatur akademik.


Selain itu, Mufidah menekankan pentingnya ketelitian berbahasa dan pemanfaatan fitur-fitur Microsoft Word seperti Styles, Navigation Pane, dan Table of Contents otomatis untuk mempercepat proses penulisan.


“Revisi bukan tanda gagal, tetapi bukti bahwa kamu sedang berkembang,” pesannya.


Kegiatan ini mencerminkan komitmen Prodi Arsitektur Untag Surabaya dalam mencetak arsitek muda yang unggul tidak hanya dalam desain, tetapi juga dalam berpikir kritis, menulis ilmiah, dan berkarakter. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan siap berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\