Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya berhasil meraih Juara 1 kategori Digital Leadership Challenge: A Brief Case Analysis dalam ajang Mikom Fest 2025, berkat gagasan digital yang mereka rancang bersama.
Moh. Azamudin S.A, Galuh Sekarwangi, dan Fina Anisa S saat ini menginjak semester 7, masa ketika kesibukan perkuliahan, pekerjaan, hingga tugas akhir saling beriringan. Meski begitu, mereka tetap memutuskan untuk mengambil kesempatan berkompetisi sebuah langkah yang mereka anggap sebagai persembahan menjelang akhir masa studi.
Kompetisi yang mereka ikuti merupakan bagian dari rangkaian Mikom Fest 2025 “Digital Leadership Challenge: A Brief Case Digital Analysis”, yang berlangsung pada 8 November 2025 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Meski telah berlalu beberapa waktu, pengalaman tersebut masih meninggalkan kesan kuat karena proses persiapannya berlangsung intens melalui diskusi dan penggabungan berbagai ide dari setiap anggota tim.
“Kami berusaha memaksimalkan kemampuan masing-masing agar ide yang dibawa benar-benar matang dan tepat sasaran,” ujar Azamudin (18/11)
Sebelum mencapai konsep final, mereka saling mengajukan gagasan, lalu mengolahnya menjadi satu strategi yang solid. Ide utama yang mereka tawarkan adalah pemanfaatan aplikasi digital sebagai layanan jasa desain yang melibatkan akademisi sebagai mitra kolaboratif. Bagi tim, kehadiran semua unsur struktural dalam organisasi sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan lebih efektif dan mudah diterapkan.
“Selain menghasilkan gagasan, proses kompetisi juga menjadi momen refleksi pribadi. Kami memahami pola diri, sesuatu yang penting untuk menentukan sikap dalam berbagai situasi,” imbuhnya
Ke depan, mereka ingin terus membuka ruang belajar melalui relasi dan kesempatan yang muncul dari berbagai aktivitas kampus maupun kompetisi. Mereka juga mendorong mahasiswa lain untuk tidak cepat puas. Bagi mereka, kemampuan harus terus diasah, bukan untuk mencari pengakuan, tetapi untuk membentuk diri yang lebih kuat dan bijak.
Partisipasi mereka menjadi bukti kemampuan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Untag Surabaya dalam analisis, strategi komunikasi, dan kerja kolaboratif, sekaligus mendorong mahasiswa lain untuk terus mencoba dan berkembang. (Eka)