Mahasiswa Untag Raih Medali Internasional Lewat Inovasi Batik Holografik

  • 29 Juli 2025
  • 1218

Dua mahasiswa Untag Surabaya, Wiranti Kusuma Dewi (Teknik Industri) dan Stefanus Diky Setyawan (Sastra Inggris), sukses meraih prestasi internasional dalam ajang International Youthpreneur Competition (IYC) 2025. Mereka berhasil menyabet Bronze Medal serta penghargaan khusus Empowered Business Award lewat proyek inovatif bertajuk BatikXperience.


Kompetisi yang diselenggarakan oleh Inventify Center ini digelar secara daring dan mempertemukan para wirausahawan muda dari berbagai negara. Dalam suasana kompetisi yang kompetitif dan inspiratif, tim Sparkling Team yang diwakili Wiranti dan Stefanus tampil menonjol dengan gagasan kreatif yang memadukan nilai budaya lokal dan teknologi modern.


BatikXperience merupakan inovasi batik holografik berbasis nanoteknologi yang dirancang tidak hanya sebagai fashion statement, tetapi juga sebagai produk fungsional. Dilengkapi fitur anti-bakteri, tahan air (waterproof), dan durabilitas tinggi, produk ini menjawab kebutuhan pasar modern tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.


Stefanus, mahasiswa dari jurusan non-teknik, mengaku bahwa pengalaman ini menjadi sesuatu yang benar-benar baru baginya.


“Awalnya cukup kaget dan merasa ini di luar zona nyaman saya. Tapi justru itu yang bikin tertarik. Saya lihat ini sebagai tantangan baru dan kesempatan buat belajar hal-hal yang sebelumnya belum pernah saya coba. Ternyata, banyak juga hal dari dunia sastra dan komunikasi yang bisa saya terapkan di dunia bisnis, terutama yang berkaitan dengan ide, strategi, dan cara menyampaikan pesan,” ujar mahasiswa Sastra Inggris tersebut (17/7)


Tim Sparkling memulai perjalanan mereka dari brainstorming ide, riset pasar, penyusunan business model canvas, hingga pembuatan pitch deck dan presentasi daring. Proses yang intensif dan penuh tantangan ini mereka jalani berdua, dengan pembagian tugas sesuai keahlian masing-masing.


“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana membuat konsep yang benar-benar unik dan bisa bersaing dengan ide-ide luar biasa dari peserta negara lain. Kami ingin menghadirkan batik yang tidak hanya cantik, tapi juga relevan dan bermanfaat,” jelas Wiranti, mahasiswa semester 8 (17/7).


Dalam tim, Wiranti mengelola aspek strategi bisnis, analisis pasar, dan perencanaan keuangan, sementara Stefanus bertanggung jawab atas penyusunan naskah, struktur presentasi, dan desain visual.


“Kami sering lembur menyusun materi hingga tengah malam. Capek, tapi sangat memuaskan ketika hasil kerja keras kami diakui,” kata Wiranti mengenang perjuangan mereka.


Pengalaman berkompetisi di tingkat internasional ini menjadi batu loncatan berharga bagi keduanya, terutama dalam hal kepemimpinan, kolaborasi, dan keberanian untuk menampilkan karya ke publik global.


“Setelah pencapaian ini, saya memiliki impian untuk mengembangkan ide ini menjadi bisnis nyata, dan ikut serta dalam program inkubasi agar bisa lebih matang secara komersial. Harapannya, BatikXperience bisa menjadi brand fashion yang membawa budaya Indonesia ke level global dengan sentuhan teknologi masa kini,” tutupnya


Capaian tim Sparkling menjadi bukti bahwa mahasiswa Untag Surabaya memiliki daya saing global, kreativitas lintas disiplin, serta semangat inovatif yang tinggi. Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen Untag Surabaya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik, kewirausahaan, maupun kompetisi internasional. (Dini)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\