Mark Zuckerberg Umumkan Zhao Pimpin Riset AI Meta

  • 31 Juli 2025
  • 3231

Ambisi Meta dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus menguat. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu gencar merekrut para pakar AI dari berbagai perusahaan pesaing. Salah satu langkah terbarunya adalah merekrut Shengjia Zhao, sosok penting di balik pengembangan teknologi AI di OpenAI, ke dalam tim Meta Superintelligence Labs (MSL).


Dilansir dari Kompas.com, Zhao dikenal sebagai tokoh kunci yang berperan besar dalam kemajuan teknologi AI di OpenAI. Ia turut membangun model seperti ChatGPT, GPT-4, serta model penalaran pertama OpenAI yang dikenal dengan nama o1.


Kabar kepindahan Zhao diumumkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, melalui platform Threads pada Jumat, 25 Juli 2025. Dalam unggahan tersebut, Zuckerberg menyampaikan kegembiraannya menyambut Zhao sebagai Chief Scientist di Meta Superintelligence Labs.


“Saya senang mengumumkan bahwa Shengjia Zhao akan menjadi Chief Scientist Meta Superintelligence Labs. Shengjia ikut mendirikan lab ini dan memimpin riset sejak hari pertama,” tulis Zuck, diangkat dari Kompas.com yang mengutip Tech Crunch (27/7/25).


Zuckerberg juga mengungkapkan bahwa Zhao sebenarnya telah terlibat sejak awal pendirian MSL. Namun, pengumuman ini menjadi penetapan resmi atas peran Zhao sebagai pemimpin riset. Di Meta, Zhao akan memimpin program penelitian MSL di bawah supervisi Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI yang juga baru-baru ini direkrut untuk mengepalai unit tersebut.


Tak Hanya Zhao, Meta Juga Gaet Talenta Lain dari OpenAI


Rekrutmen Zhao bukanlah satu-satunya langkah Meta dalam memperkuat tim AI-nya. Perusahaan ini juga menarik sejumlah peneliti lain dari OpenAI untuk bergabung di unit MSL. Beberapa di antaranya adalah Jahui Yu, Shuchao Bi, Hongyu Ren, dan Trapit Bansal yang kini menjadi bagian dari tim riset Meta yang fokus pada pengembangan model penalaran AI.


Selain itu, tiga peneliti dari kantor OpenAI di Zurich yang sebelumnya mengerjakan proyek multimodality juga telah bergabung dengan MSL. Langkah ini mempertegas komitmen Meta untuk memburu talenta terbaik di bidang AI dari berbagai penjuru dunia.


Tidak hanya dari OpenAI, Meta juga dikabarkan telah merekrut pakar AI dari perusahaan besar lainnya seperti Google DeepMind, Apple, Safe Superintelligence, hingga Anthropic.


Strategi Meta: Pendekatan Personal dan Gaji Fantastis


Demi mewujudkan ambisi besarnya, Meta menggunakan berbagai strategi dalam proses rekrutmen, termasuk pendekatan langsung oleh Zuckerberg sendiri. Ia bahkan disebut mengirimkan email pribadi dan mengundang beberapa kandidat ke rumahnya di Lake Tahoe sebagai bagian dari proses seleksi.


Menariknya, Meta juga menawarkan paket kompensasi yang fantastis, dengan nilai mencapai delapan hingga sembilan digit. Tawaran tersebut dikategorikan sebagai “exploding offer”, yakni penawaran bernilai besar yang hanya berlaku dalam waktu singkat, menegaskan keseriusan Meta dalam merekrut talenta terbaik di bidang AI.


Investasi Besar Meta untuk Infrastruktur AI


Selain menggaet sumber daya manusia unggulan, Meta juga tengah membangun infrastruktur AI berskala besar. Saat ini, perusahaan sedang mengembangkan Promotheus, sebuah klaster komputasi cloud bertenaga 1 gigawatt yang berlokasi di Ohio, Amerika Serikat


Proyek ini dirancang untuk mendukung pelatihan model AI berskala besar dan ditargetkan selesai pada 2026. Energi sebesar 1 gigawatt yang dimiliki Promotheus diklaim cukup untuk menyuplai daya lebih dari 750.000 rumah, menjadikannya salah satu infrastruktur AI terbesar di dunia.


Dua Kepala Ilmuwan AI di Meta


Dengan bergabungnya Zhao, Meta kini memiliki dua kepala ilmuwan AI. Zhao akan memimpin riset di Meta Superintelligence Labs, sementara Yann LeCun bertanggung jawab atas unit FAIR (Fundamental Artificial Intelligence Research) yang fokus pada pengembangan AI jangka panjang, sekitar lima hingga sepuluh tahun ke depan.


Belum ada informasi lebih lanjut mengenai bentuk kolaborasi antara kedua unit tersebut. Namun, dengan kekuatan tim riset yang kini diperkuat para ahli kelas dunia, Meta tampaknya semakin siap bersaing dengan raksasa teknologi seperti OpenAI dan Google dalam pengembangan teknologi AI masa depan. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

BERITA TERKAIT

Isi Kokpit Mobil F1
  • 20 Maret 2013
  • 10777
8 Fitur Mengaggumkan Windows 8
  • 20 Maret 2013
  • 6819
Komputer Terkecil Di Dunia
  • 20 Maret 2013
  • 10350