Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya. Muhamad Rafli Fatahlia berhasil meraih Juara 2 Kategori Tunggal Putra dalam ajang UPN Invitational 2025, sebuah kompetisi bulu tangkis antarmahasiswa.
UPN Invitational 2025 merupakan kejuaraan tingkat daerah yang diselenggarakan oleh UKM Badminton UPN “Veteran” Jawa Timur. Turnamen ini diikuti oleh 10 universitas di Surabaya dan mempertandingkan tiga kategori, yakni Tunggal Putra, Ganda Putra, dan Ganda Campuran. Pada kategori Tunggal Putra, sebanyak 20 atlet mahasiswa turut ambil bagian.
Meski dibuka untuk mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia, kejuaraan ini hanya dapat diikuti oleh mahasiswa aktif dari universitas yang memperoleh undangan resmi dari panitia penyelenggara. Ajang tersebut dilaksanakan pada 29–30 November 2025 di GOR UPN “Veteran” Jawa Timur, Galaxy Putra Agung, Sidoarjo. Dalam kompetisi tersebut, Rafli mampu menunjukkan performa terbaiknya hingga mengamankan posisi kedua.
Sebelum tampil di UPN Invitational 2025, Rafli telah memiliki rekam jejak kompetisi yang cukup matang. Ia tercatat pernah mengikuti berbagai ajang, seperti UM Cup Malang, POMPROV, serta UPY Competition #6 yang berhasil mengantarkannya meraih Juara 3 Tingkat Nasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan ketat di turnamen ini.
Dalam proses persiapan, Rafli menjalani latihan rutin sebanyak enam kali dalam seminggu dengan tetap menjaga pola makan dan waktu istirahat. Selain berlatih secara mandiri, ia juga aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta kerap mengikuti latihan bersama guna meningkatkan kemampuan teknik dan fisik.
Saat bertanding, Rafli mengandalkan strategi membaca gaya permainan lawan.
“Saya biasanya mengamati terlebih dahulu gaya bermain lawan. Jika lawan cenderung menyerang, saya memilih bermain lebih sabar dan tidak mudah terpancing,” ujar mahasiswa semester 5 tersebut (14/1/26).
Tantangan terberat dirasakan Rafli saat melakoni pertandingan final. Keinginannya untuk meraih posisi juara pertama harus berhadapan dengan lawan yang dinilai ulet dan memiliki kemampuan teknis yang baik. Di sisi lain, kondisi fisiknya saat itu juga kurang optimal sehingga menuntut fokus serta ketahanan mental yang kuat sepanjang pertandingan.
Meski demikian, Rafli menilai faktor mental menjadi salah satu kunci utama penampilannya di lapangan.
“Saat pertandingan, mental saya cukup percaya diri karena latihan rutin. Kekalahan di turnamen sebelumnya justru jadi tambahan semangat untuk tampil lebih maksimal di lomba ini,” tuturnya (14/1/26).
Dukungan moral turut datang dari rekan-rekan UKM yang hadir langsung di arena pertandingan untuk memberikan semangat. Meski harus puas di posisi kedua, Rafli mengaku tetap bangga atas pencapaiannya. Menurutnya, prestasi ini menjadi pemacu semangat untuk terus berkembang dan meningkatkan performa di kompetisi selanjutnya. Ia juga menilai bahwa disiplin dalam menjaga pola hidup merupakan pelajaran penting dalam menekuni olahraga prestasi.
Ke depan, Rafli berencana mengikuti Prewar Cup 2026, sebuah turnamen umum berskala nasional, dengan target meraih hasil yang lebih baik. Ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya sekaligus membawa prestasi di bidang olahraga.
Menutup perbincangan, mahasiswa Program Studi Manajemen itu berpesan kepada mahasiswa yang ingin menekuni olahraga prestasi agar tetap konsisten dan tidak mudah menyerah.
“Latihan harus rutin dan disiplin, jaga kondisi tubuh serta pola tidur. Latihan yang konsisten akan membentuk mental yang percaya diri. Jika kalah, jangan mudah menyerah dan terus mencoba di turnamen berikutnya,” tutupnya. (Salsha)