Mido Sakhi Bawa Dua Gelar Nasional Buktikan Kualitas Siswa SMATAG Surabaya

  • 12 November 2025
  • 64

Nama Mido Sakhi Zaidan, siswa kelas XI-2 SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, kembali mengharumkan nama sekolah. Dalam waktu berdekatan, ia sukses meraih dua gelar bergengsi sekaligus Duta Pembicara Muda Indonesia Batch 2 Tahun 2025 dan Duta Pelajar Anti-Narkoba Kota Surabaya 2025.


Sosok Mido dikenal aktif di berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar sekolah. Selain menjadi pengurus OSIS, ia kerap mengikuti ajang kedutaan yang menurutnya menjadi ruang belajar penting di luar kelas.


“Kalau di sekolah kita belajar hal akademik, tapi lewat ajang kedutaan saya bisa mengembangkan soft skill dan hard skill yang tidak didapat di kelas. Saya ingin menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, dan belajar langsung dari kegiatan yang terjun ke masyarakat,” tukas Mido (4/11)


Ajang Duta Pembicara Muda Indonesia (DPMI) menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Ia melewati seleksi ketat, mulai dari berkas, tes potensi akademik, wawancara, hingga pelaksanaan program kerja. Salah satu program yang dijalankannya adalah kunjungan ke sekolah menengah pertama untuk memberikan pelatihan public speaking kepada para siswa.


“Kami diminta membuat program dan menjalankannya dulu sebelum dinilai. Jadi bukan hanya teori, tapi benar-benar praktik. Dari situ panitia menilai apakah kita layak menjadi Duta Pembicara Muda Indonesia,” jelasnya 


Dalam ajang Duta Pelajar Anti-Narkoba, tantangan yang dihadapi juga tak kalah berat. Para peserta harus membuat video kampanye dan merancang program sosialisasi yang dijalankan setelah dinyatakan lolos seleksi. Meski jadwalnya padat dengan kegiatan sekolah, organisasi, dan kompetisi, Mido tetap mampu menyeimbangkan semuanya dengan manajemen waktu yang disiplin.


“Saya juga berkecimpung di OSIS. Jadi memang sering tabrakan jadwal. Maka dari itu, setiap hari saya buat skala prioritas. Misalnya, besok ada mentoring DPMI, lalu sorenya rapat OSIS. Semua saya atur supaya tidak tumpang tindih,” jelas siswa kelas XI-2 tersebut 


Dukungan sekolah menjadi faktor penting di balik kesuksesan Mido. SMATAG Surabaya selalu memberi ruang bagi siswanya untuk berkembang, baik melalui dispensasi waktu, fasilitas, maupun bantuan biaya selama pelaksanaan program. Ia merasa beruntung berada di lingkungan yang aktif mendorong pengembangan diri, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga lewat pelatihan, seminar, dan ajang kompetisi yang rutin difasilitasi sekolah.


“Saya sangat bersyukur karena SMATAG Surabaya selalu mendukung siswanya untuk berkembang, baik di akademik maupun non-akademik. Saya bangga jadi bagian dari SMATAG” tutup Mido


Capaian dua gelar duta ini menjadi bukti bahwa siswa SMATAG Surabaya memiliki potensi besar untuk berkontribusi di berbagai bidang. Bagi Mido, pengalaman tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan wadah belajar kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Ia berharap bisa terus membawa nama baik sekolah dan menginspirasi teman-temannya untuk berani mencoba hal baru.


Kini, Mido tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Duta SMA 2026 serta berbagai kegiatan positif lain yang didukung sekolah. Dengan semangat dan dukungan penuh dari SMATAG, ia optimis terus berkembang menjadi pribadi berdaya saing tinggi dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.


Prestasi Mido bukan sekadar capaian pribadi, melainkan cerminan semangat SMATAG Surabaya dalam membentuk siswa yang unggul secara akademik dan berkembang secara utuh. Melalui dukungan yang konsisten, SMATAG terus menumbuhkan generasi muda yang tangguh, aktif, peduli, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (Gisela)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\