Nilai Seni Kecil, Tapi Tanpa Seni Dunia Jadi Hambar

  • 20 November 2025
  • 2922

Bayangkan sekolah tanpa musik, film, atau desain di sekitarnya pasti terasa datar dan kaku. Padahal, seni adalah bahasa universal manusia untuk mengekspresikan ide dan emosi yang tak bisa dijelaskan oleh angka. Nilai seni di rapor mungkin kecil, tetapi dampaknya terhadap kehidupan sangat besar dan tak terukur.




Banyak yang masih memandang seni sebatas menggambar atau menari, padahal bentuknya jauh lebih luas: dari cara berbicara, menulis caption, hingga membuat presentasi yang menarik. Seni melatih kita berpikir di luar kebiasaan, menciptakan sesuatu yang bermakna, dan berani mengekspresikan diri tanpa takut salah.




Kreativitas sendiri adalah kemampuan menyusun ide baru dari hal-hal sederhana kemampuan yang dibutuhkan di semua bidang, termasuk sains. Belajar rumus itu penting, tetapi otak kananlah yang membuat ide menjadi hidup. Riset pendidikan menunjukkan, siswa yang rutin berkegiatan seni lebih cepat menemukan solusi kreatif dan lebih fleksibel menghadapi masalah kompleks.




Seni juga mengajarkan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Saat seseorang menari, menulis puisi, atau merancang desain, ia sedang berlatih mengenali identitasnya. Di situlah seni berperan bukan sekadar alat hiburan, melainkan sarana membangun kepekaan, disiplin, dan karakter.




Sekolah sering kali menilai kecerdasan melalui angka, padahal seni menumbuhkan makna, empati, dan imajinasi kemampuan yang dibutuhkan di dunia nyata. Dunia tidak hanya butuh orang pintar secara akademik, tetapi juga individu yang mampu merasakan, membayangkan, dan menciptakan sesuatu yang baru. Seni membantu kita memahami diri sendiri, menghargai perbedaan, dan melihat kehidupan dengan perspektif yang lebih luas. (Ivan)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\