PANTAS Antar Mahasiswa Untag Surabaya Raih Penghargaan Nasional

  • 14 Juli 2026
  • 15

Inovasi aplikasi digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengantarkan tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fordimapelar Untag Surabaya meraih Bronze Medal dalam Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2 tingkat nasional.


Prestasi tersebut diraih melalui gagasan berjudul “PANTAS (Platform Monitoring PTM Terintegrasi): Pengembangan Aplikasi Digital Berbasis AI Terintegrasi *Smartwatch* untuk Deteksi Dini Risiko PTM melalui Monitoring Tekanan Darah dan Gaya Hidup”.


Tim tersebut beranggotakan Muhamad Muinuddin Habibullah dari Program Studi Psikologi, Naufal Maulana Khusna dan Iqbal Paqih Adhinegoro dari Program Studi Teknik Informatika, serta Dicky Tirta Reynata dari Program Studi Psikologi. Dalam kompetisi ini, mereka mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Dr. Annisa Rahmawati, S.E., M.A.


SINEC 2 merupakan kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang digelar di Universitas PGRI Yogyakarta pada 27 Juni 2026. Ajang ini mendorong mahasiswa menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab berbagai persoalan yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).


Pada kompetisi tersebut, tim Fordimapelar Untag Surabaya mengangkat subtema *Public Health*. Mereka menyoroti penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, yang masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat.


“Kami memilih isu penyakit tidak menular karena hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Banyak kasus seperti hipertensi, diabetes, maupun penyakit jantung terlambat terdeteksi karena masyarakat belum memiliki sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Muinuddin, Jumat (10/7/2026).


Berangkat dari persoalan tersebut, tim menawarkan konsep PANTAS sebagai aplikasi digital yang mengintegrasikan AI, *smartwatch*, dan data rekam medis. Sistem ini dirancang untuk memantau tekanan darah, detak jantung, pola tidur, aktivitas fisik, hingga pola konsumsi makanan pengguna.


Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk memberikan peringatan dini serta rekomendasi kesehatan yang bersifat personal. Dengan cara itu, pengguna diharapkan dapat melakukan langkah pencegahan sebelum kondisi kesehatannya berkembang menjadi lebih serius.


Dalam proses penyusunan karya, seluruh anggota tim bekerja secara kolaboratif sesuai keahlian masing-masing. Mereka memulai dengan menentukan isu, menelusuri referensi ilmiah, menyusun latar belakang, merancang konsep inovasi, membuat desain prototipe aplikasi, hingga menyiapkan materi presentasi.


Meski berhasil meraih penghargaan, tim tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah merancang inovasi yang tidak hanya memiliki unsur kebaruan, tetapi juga realistis untuk dikembangkan dan diimplementasikan.


Tantangan lain muncul saat memasuki babak final. Tim harus menyampaikan konsep PANTAS yang cukup kompleks dalam waktu presentasi terbatas. Untuk mengatasinya, mereka membagi peran presentasi, melakukan latihan intensif, mengevaluasi materi secara berulang, serta memastikan seluruh anggota memahami isi esai.


Ke depan, tim berharap PANTAS dapat dikembangkan menjadi prototipe nyata melalui aplikasi *mobile*, integrasi *smartwatch*, dan pemanfaatan AI untuk analisis data kesehatan yang lebih akurat. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan akademisi, tenaga kesehatan, dan pemerintah guna memperkuat ekosistem kesehatan digital di Indonesia.


Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Untag Surabaya mampu menghadirkan gagasan inovatif berbasis teknologi untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Melalui PANTAS, tim Fordimapelar tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga menawarkan ide pencegahan penyakit yang relevan dengan kebutuhan masa depan. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id