Sebagai mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya, Henny Mahmudiyah, S.E., M.M., menaruh perhatian besar pada dinamika pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Ketimpangan data antarnegara dan kesulitan akses informasi selama masa pandemi mendorongnya meneliti lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi ASEAN. Kajian tersebut kemudian ia wujudkan dalam disertasi berjudul “Analisis Determinan Pertumbuhan Ekonomi di Negara-Negara ASEAN”.
Penelitiannya menyoroti variabel-variabel makroekonomi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan kawasan, sekaligus menunjukkan perbedaan karakteristik antarnegara ASEAN yang menyebabkan data tidak seragam.
Dengan pendekatan empiris dan analisis kuantitatif, disertasi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai faktor pendorong maupun penghambat pertumbuhan ekonomi regional. Pemilihan topik tersebut berangkat dari pengamatannya selama masa pandemi Covid-19. Situasi itu mendorongnya memperdalam kajian mengenai ketersediaan, konsistensi, dan relevansi data ekonomi lintas negara.
“Saya angkatan ke-39 Doktor Ilmu Ekonomi, dan ini menjadi semester terakhir saya. Pada saat masa Covid-19, saya melihat perolehan data di negara ASEAN, data yang susah diakses,” ujarnya dalam sesi wawancara (10/12).
Setelah melalui proses akademik yang panjang dan penuh tantangan, Henny akhirnya dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi Untag Surabaya. Ujian terbuka disertasinya digelar pada Rabu, 10 Desember 2025, di hadapan para penguji dan akademisi yang menilai penelitiannya memiliki kontribusi penting bagi literatur ekonomi pembangunan.
Proses penyusunan disertasi ini bukan tanpa hambatan. Saat memasuki tahap pengumpulan dan penyesuaian data, Henny mendapati kondisi di lapangan jauh lebih kompleks dari dugaan awal, terutama karena standar data ekonomi tiap negara ASEAN tidak seragam. Perbedaan metode pencatatan data antarnegara ASEAN membuat proses pengolahan data menjadi bagian paling menantang.
“Tantangan utama pada penulis, untuk mendapatkan data dan awal dari judul menjadi pertimbangan bagi saya, termasuk perolehan data, perhitungan, sampai dengan penyelesaian ini ada banyak sekali tantangan,” jelasnya
Namun di balik kesulitan tersebut, terdapat momen paling berkesan bagi Henny. Dukungan keluarga dan lingkungan terdekat menjadi energi utama yang mendorongnya menyelesaikan studi doktoral.
“Momen yang paling berkesan, proses perhitungan data menjadi tantangan tersendiri karena saya mengukur data di negara-negara ASEAN, perbedaan antar negara menjadi masalah utama juga, tapi orang-orang terdekat saya selalu memotivasi,” ungkapnya
Hasil penelitiannya menunjukkan bagaimana integrasi ekonomi, variabel-variabel makro tertentu, dan stabilitas negara memengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi kawasan. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, akademisi, serta institusi ekonomi regional dalam meningkatkan efektivitas strategi pembangunan.
Melalui riset ini, ia berharap kontribusinya dapat memperkaya pemahaman mengenai dinamika ekonomi kawasan dan mendorong kebijakan yang lebih adaptif.
“Harapan saya, penelitian ini bisa memberikan manfaat bagi pemerintah maupun lembaga terkait dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara,” tutupnya
Penelitian Henny di Untag Surabaya menegaskan bahwa integrasi ekonomi, stabilitas negara, dan konsistensi variabel makroekonomi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi ASEAN. Temuan ini menunjukkan pentingnya data yang seragam sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat dan efektif. (Dini)