Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko Jadi Fokus YPTA Surabaya

  • 02 Februari 2026
  • VaniaS
  • 1895

Pengelolaan lembaga pendidikan yang semakin kompleks menghadirkan tantangan tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dari tata kelola organisasi dan pengelolaan risiko di baliknya. Kesiapan menghadapi berbagai potensi risiko menjadi bagian penting agar roda penyelenggaraan pendidikan tetap berjalan stabil dan berkelanjutan.


Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menggelar Workshop Manajemen Risiko pada Kamis (29/1/26) di Ruang Q.205 Gedung Roeslan Abdulghani Untag Surabaya. Kegiatan ini diikuti jajaran tiga direktorat di bawah naungan YPTA Surabaya, yakni Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM), Direktorat Keuangan, dan Direktorat Sistem Informasi (DSI), serta melibatkan Unit Internal Audit dan Badan Usaha Milik Yayasan (BUMY).


Sebagai payung dari tiga satuan pendidikan, YPTA Surabaya menghadirkan para direktur dan manajer dari masing-masing unit untuk memperkuat pemahaman bersama terkait penerapan manajemen risiko dalam penyelenggaraan pendidikan.


Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam penyusunan strategi penyelenggaraan pendidikan.


“Workshop ini menjadi satu kerangka bagi kita untuk membahas manajemen risiko dalam menyusun strategi pendidikan di YPTA Surabaya. Manajemen risiko perlu diterapkan tidak hanya secara teknologis, tetapi juga praktis, dengan prinsip efisiensi, efektivitas, dan berdampak bagi penyelenggaraan pendidikan dari tingkat universitas, SMATAG, hingga SMPTAG Surabaya,” ujarnya (29/1)


Senada dengan itu, Sekretaris YPTA Surabaya, Dr. IGN. Anom Maruta, M.M., menyampaikan bahwa setiap aktivitas organisasi selalu mengandung risiko yang perlu diedukasi sejak tahap perencanaan.


“Setiap aktivitas pasti mengandung risiko. Karena itu, risiko perlu diedukasi sejak perencanaan, baik untuk rencana jangka panjang maupun jangka pendek, agar dapat diminimalkan melalui perencanaan, implementasi, dan evaluasi,” jelasnya.


Sementara itu, Bendahara YPTA Surabaya, Dr. Ontot Murwato S., M.M., Ak., CMA., CA., CPA., menekankan pentingnya manajemen risiko untuk mendukung keberlanjutan perbaikan tata kelola dan pencapaian reputasi institusi.


“Tata kelola yang baik saja tidak cukup tanpa manajemen risiko, karena lingkungan kita penuh ketidakpastian. Tugas kita adalah meminimalkan risiko agar reputasi institusi dapat terbangun dengan baik,” tegasnya.


Workshop ini menghadirkan narasumber Drs. Purwoko Danardono, PIA, QRMP, Konsultan Tata Kelola Manajemen Risiko sekaligus Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan di Perhimpunan Auditor Internal, Risiko, dan Sistem Informasi Indonesia (PAIRSI). Dalam materinya, ia menjelaskan mulai dari pengertian dasar risiko hingga unsur-unsur penting di dalamnya.


Ia memaparkan bahwa risiko memiliki tiga unsur utama, yakni kejadian, kemungkinan terjadi, serta dampak kerugian apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.


Dalam sesi praktik, para peserta diajak mengisi Form Manajemen Risiko, mulai dari form identifikasi risiko, pemantauan risiko, analisis dampak, hingga pengukuran peluang terjadinya risiko.


Melalui kegiatan ini, YPTA Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola organisasi melalui penerapan manajemen risiko yang terencana dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh kesiapan seluruh satuan pendidikan di bawah naungan YPTA Surabaya dalam menghadapi dinamika dan tantangan penyelenggaraan pendidikan ke depan.



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter

\