Pakar kebangsaan dan akademisi, Prof. Dr. Teguh Priyo Sadono, M.Si menegaskan pentingnya memahami dan mengamalkan Pancasila sebagai benteng utama negara dalam menghadapi berbagai tantangan ideologis di era globalisasi.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memaparkan materi pada kegiatan Sosialisasi Ideologi Pancasila yang digelar bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Indonesia dan disaksikan ratusan mahasiswa Untag Surabaya
Prof. Teguh menyoroti bahwa tantangan negara saat ini tidak lagi berupa penjajahan fisik, melainkan infiltrasi ideologi, lunturnya nilai kebangsaan, serta meningkatnya sikap individualisme dan intoleransi. Dalam konteks ini, Pancasila hadir sebagai benteng yang tidak sekadar simbolik, tetapi harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus tercermin dalam tindakan nyata, bukan hanya berhenti pada hafalan.
“Pancasila adalah benteng ideologis bangsa. Jika nilai-nilainya tidak dipahami dan diamalkan, maka negara akan rapuh dari dalam,” tegasnya (24/1)
Ia menjelaskan bahwa arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi membawa dampak positif, namun juga berpotensi menjadi ancaman jika tidak disikapi secara kritis dan berlandaskan nilai Pancasila. Maraknya intoleransi, individualisme, dan menurunnya semangat gotong royong menjadi indikator melemahnya internalisasi nilai kebangsaan.
Prof. Teguh menekankan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga dan merawat Pancasila.
“Mahasiswa tidak hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara ideologis dan moral,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Teguh menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi terbuka, yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Oleh karena itu, penguatan pemahaman Pancasila harus dilakukan secara kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini.
Di lingkungan kampus, ia mengajak mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui sikap saling menghormati, dialog yang beradab, dan partisipasi aktif dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Menjaga Pancasila sebagai benteng negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Hal ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar dihidupi, bukan hanya diucapkan,” tutupnya (Eka)