Ramah Senyum dan Sikap Profesional Jadi Kunci Etika Pelayanan YPTA Surabaya

  • 27 Oktober 2025
  • VaniaS
  • 2923

Senyum, keramahan, dan sikap profesional menjadi kunci utama dalam dunia keprotokoleran. Melalui Pelatihan Profesionalisme Protokol : Attitude, Grooming, dan Layanan Prima “Tampil Meyakinkan, Melayani Sepenuh Hati,” YPTA Surabaya mengajak peserta memperkuat citra pelayanan yang ramah dan berwibawa pada Sabtu, (25/10/2025) di Ruang Q.210 Gedung Roeslan Abdulghani, Untag Surabaya.


Pelatihan ini diikuti oleh tiga direktorat di bawah naungan YPTA Surabaya, yaitu Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM), Direktorat Sistem Informasi (DSI), dan Direktorat Keuangan.


Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya memperkuat citra perguruan tinggi unggul. Dalam sambutannya, ia juga mengutip dua falsafah Jawa yang menjadi dasar etika keprotokoleran.


“Ajining diri dumunung ing lathi, kehormatan diri terletak pada tutur kata. Ajining raga dumunung ing busana, kehormatan raga tercermin dari penampilan. Kami tidak menuntut Anda tampil berlebihan. Yang kami harapkan adalah kepantasan, kesantunan, dan kepribadian Indonesia. Layani dengan sepenuh hati, bekerjalah profesional, dan bangun kolaborasi yang kuat,” tegasnya (25/10)




Materi pertama disampaikan oleh Andis Rizki Pahlevi, S.STP., M.A.P., Ketua Tim Keprotokolan Pelayanan Tamu Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur. Ia menguraikan dasar keprotokolan mulai dari pengaturan acara, tata tempat duduk tamu VIP, hingga dokumentasi kegiatan.


“Keprotokolan adalah cara kita mengatur acara dengan menghormati tamu dan menjaga tata urutan. Tujuannya menciptakan penyelenggaraan yang tertib dan hubungan yang baik,” jelasnya.


Andis juga memperkenalkan prinsip etika protokoler SMART: Smart (membaca situasi), Adaptif (tidak kaku), Tawadhu (rendah hati kepada tamu VIP), Ulet (kerja sama tim), dan Ngajeni (menghargai setiap tamu).


Sesi kedua menghadirkan Dr. Bawinda Lestari, M.Psi., Dosen Psikologi Untag Surabaya sekaligus Personal Development Expert IMComm, dengan materi Professional Grooming dan Golden Service.


Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga berlatih langsung. Dengan duduk melingkar, mereka berpraktik satu per satu menyapa, berbicara, dan bersalaman dengan atasan maupun rekan profesional. Praktik ini menekankan pentingnya komunikasi yang sopan, percaya diri, serta beretika dalam dunia kerja.


“Protokol adalah citra lembaga. Peran protokol bukan hanya teknis, tetapi juga mencerminkan citra diri seseorang,” ujar Bawinda.


Ia menjelaskan, golden service berarti pelayanan bernilai emas, ramah, tulus, dan berkelas. 


“Senyum yang tulus bisa menjadi awal dari profesionalisme,” imbuhnya


Setelah dua sesi berlangsung interaktif dan aplikatif, kegiatan ditutup dengan pesan reflektif dari Direktur DUSDM YPTA Surabaya, Eddy Wahyudi, S.H., M.Si., yang menegaskan bahwa profesionalisme harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya melalui pelatihan.


“YPTA berupaya menyiapkan diri menuju world class university. Sikap terhadap lembaga dan diri sendiri menjadi kunci terbentuknya SDM unggul. Pelatihan bukan sekadar dihadiri, tetapi harus diterapkan dalam keseharian. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk bekerja dengan lebih profesional,” tutup Eddy



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter

\