Menjelang prosesi kelulusan, ratusan calon wisudawan Untag Surabaya tak hanya bersiap menuntaskan studi, tetapi juga memantapkan langkah memasuki dunia profesional. Melalui Untag Surabaya Career Fest 2026, para calon lulusan dibekali berbagai strategi praktis untuk menghadapi proses rekrutmen dan persaingan kerja.
Kegiatan yang digelar oleh Bagian Pengembangan Karir dan Alumni (PKA) bersama Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) tersebut berlangsung di Auditorium Lt. 6 R. Ing. Soekonjono, Selasa (10/2/26). Ratusan calon wisudawan hadir mengikuti pelatihan persiapan kerja sebagai bekal awal memasuki dunia profesional.
Kepala Bagian Pengembangan Karir dan Alumni Untag Surabaya, Nurul Qomariah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal memasuki dunia kerja yang penuh tantangan.
“Masa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal menuju dunia profesional. Dunia kerja saat ini tidak cukup hanya dengan ijazah, tetapi membutuhkan ketangguhan, keberanian mengambil tantangan, serta kemampuan terus belajar,” ujarnya (10/2)
Career Fest merupakan rangkaian kegiatan persiapan karier yang akan berlanjut dengan Job Fair pada 11 Februari 2026 dan terbuka untuk umum. Sebanyak 27 perusahaan dari tingkat lokal, nasional, hingga multinasional dijadwalkan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Februari ini Untag Surabaya akan mewisuda sekitar 1.470 lulusan S1, S2, dan S3. Hingga pagi ini tercatat 318 peserta mendaftar pelatihan dan sekitar 200 hadir. Kami berharap jumlahnya terus bertambah,” tambahnya.
Nurul juga menyampaikan bahwa Untag Surabaya telah bekerja sama dengan platform karier Kinobi untuk menyediakan portal karier gratis bagi mahasiswa dan alumni.
“Di dalam portal tersebut tersedia berbagai e-course yang dapat membantu meningkatkan skill mahasiswa dan alumni agar lebih siap memasuki dunia kerja,” katanya.
Kegiatan Career Fest 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Untag Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog. Ia menekankan pentingnya kesiapan diri dan kepercayaan diri lulusan dalam memasuki dunia kerja.
“Mahasiswa sudah ditempa melalui berbagai mata kuliah, MBKM, dan KKN. Sekarang saatnya memantapkan kembali arah setelah lulus, apakah bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi,” ungkapnya
Ia juga menyoroti pentingnya sikap profesional dan kemampuan membawa diri dalam proses rekrutmen.
“Kalian harus memantaskan diri agar layak menjadi profesional. Kepercayaan diri, penampilan, dan kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam proses rekrutmen,” tegasnya.
Career Fest 2026 dirancang dalam empat sesi pelatihan yang disusun berurutan agar peserta memahami alur proses rekrutmen, mulai dari tahap awal hingga simulasi seleksi kerja.
Sesi pertama bertajuk “The Power of You” disampaikan oleh Nur Eliana Rosyadah, profesional di bidang Career and Education Development. Materi berfokus pada personal branding dan networking. Peserta diajak mengenali potensi diri, menentukan nilai unggul yang ingin ditampilkan, serta memahami cara membangun relasi profesional sejak masih menjadi mahasiswa. Materi ini menekankan pentingnya citra diri, komunikasi, dan jejaring sebagai pintu awal memasuki dunia kerja.
Sesi kedua, “The Golden Ticket, CV Mastery”, disampaikan oleh Najla Afiyah, Customer Success Associate di Kinobi. Materi membahas teknik menyusun CV profesional yang ramah sistem ATS (Applicant Tracking System). Pada sesi ini peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan atau perbaikan CV menggunakan laptop atau tablet. CV yang disusun menjadi syarat untuk mengikuti konsultasi langsung dengan HRD perusahaan pada kegiatan Job Fair keesokan harinya.
Sesi ketiga bertajuk “Digital Spotlight” kembali dipandu oleh Najla Afiyah dengan fokus penguatan dan optimalisasi profil LinkedIn agar lebih menarik bagi recruiter serta mendukung personal branding digital. Peserta diajarkan cara menampilkan pengalaman, portofolio, dan keahlian secara menarik agar mudah ditemukan perekrut. Selain itu, peserta juga mendapatkan tips membangun personal branding digital dan memanfaatkan LinkedIn sebagai sarana networking profesional.
Sesi terakhir, “The Final Battle”, berisi strategi menghadapi proses rekrutmen, khususnya wawancara kerja. Materi meliputi cara menjawab pertanyaan HRD, sikap dan bahasa tubuh saat interview, hingga simulasi wawancara agar peserta lebih percaya diri ketika menghadapi proses seleksi nyata.
Salah satu peserta, Azizatun Fitriani, calon wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Program Studi Ekonomi Pembangunan Untag Surabaya, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat seru dan bermanfaat sebagai bekal menuju dunia kerja. Saya mendapatkan banyak pelajaran berharga,” ujarnya.
Melalui Career Fest 2026, Untag Surabaya menegaskan komitmennya untuk menyiapkan lulusan yang siap bersaing serta percaya diri dalam menghadapi tantangan dunia profesional. (Boby)