Riset Mahasiswa Doktor Untag Surabaya Soroti Transformasi AI Farmasi

  • 07 Oktober 2025
  • 1065

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi inovasi strategis yang mampu mentransformasi berbagai sektor industri, termasuk dunia farmasi. Melalui penerapan AI, efisiensi operasional, akurasi distribusi, hingga personalisasi layanan pelanggan dapat meningkat secara signifikan.


Fenomena ini menjadi fokus riset Diah Riyani, S.Pd., M.Pd., mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Untag Surabaya. Ia resmi meraih gelar doktor pada Rabu, 2 Oktober 2025, setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang digelar di Meeting Room Graha Wiyata Lantai 1 Untag Surabaya. Sidang dipimpin langsung oleh Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., C.M.A., C.P.A., serta dihadiri dewan penguji dan civitas akademika kampus merah putih.


Dalam disertasi berjudul “Eksplorasi Implementasi Teknologi Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Strategi Pemasaran dan Manajemen Rantai Pasok Perusahaan Farmasi di Kalimantan Timur”, Diah menyoroti bagaimana AI dapat menjadi solusi atas tantangan perusahaan farmasi di daerah dengan kondisi geografis dan infrastruktur yang terbatas.


Menurutnya, penerapan AI mampu memperkuat strategi pemasaran melalui analisis big data, personalisasi layanan, serta peningkatan interaksi dengan pelanggan. Pada saat yang sama, AI juga berkontribusi besar dalam pengelolaan rantai pasok, mulai dari optimalisasi inventaris, efisiensi logistik, hingga mitigasi risiko keterlambatan distribusi.


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan studi kasus pada PT Anugerah Argon Medika (AAM) Samarinda, perusahaan farmasi yang sejak 2018 telah mengadopsi berbagai aplikasi berbasis AI seperti GPOS Lite, IEX, dan Supply Chain Business Intelligence System. 


Melalui wawancara mendalam, FGD, observasi lapangan, dan analisis dokumen, Diah melibatkan enam responden internal dan satu eksternal untuk menggali pengalaman nyata penerapan AI dalam aktivitas bisnis farmasi.


Analisis data dilakukan secara deskriptif tematik dan diperkuat dengan pendekatan SWOT serta Balanced Scorecard guna merumuskan model implementasi AI yang sesuai dengan konteks lokal Kalimantan Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja pemasaran dan efisiensi rantai pasok perusahaan.


Dalam presentasinya, Diah memaparkan bahwa AI mampu meningkatkan loyalitas pelanggan, memperkuat promosi digital, memperbaiki prediksi permintaan, serta mempercepat distribusi produk farmasi. Selain itu, penerapan AI juga berkontribusi terhadap pengembangan SDM melalui pelatihan dan kolaborasi lintas bidang.


“AI bukan sekadar alat teknologi, tetapi katalis strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan perusahaan di tengah tantangan industri yang semakin kompleks,” papar Diah saat ujian berlangsung (2/10)


Meski demikian, Diah juga menyoroti sejumlah hambatan utama yang dihadapi industri, seperti tingginya biaya investasi, keterbatasan SDM digital, serta isu privasi dan keamanan data. Ia menekankan pentingnya strategi adaptif melalui investasi bertahap, kolaborasi lintas sektor, serta reskilling tenaga kerja agar transformasi digital dapat berjalan berkelanjutan.


Penelitian ini memperkaya kajian transformasi digital di sektor farmasi sekaligus menjadi pedoman bagi industri daerah dalam mengoptimalkan AI untuk meningkatkan daya saing dan layanan kesehatan. Prestasi Diah Riyani mencerminkan komitmen Untag Surabaya mendorong riset inovatif dan kontribusi akademisi muda bagi kemajuan industri serta teknologi. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\