Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMATAG Surabaya tahun ini dibuka dengan penyuluhan anti narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur pada 15 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal menanamkan kesadaran akan bahaya narkoba sekaligus membekali siswa baru agar tumbuh cerdas, tangguh, dan bebas dari pengaruh negatif.
Penyuluhan ini terselenggara berkat kerja sama antara SMATAG Surabaya dan BNN Jawa Timur, mengusung semangat “Kita Keren Tanpa Narkoba”. Materi yang disampaikan menegaskan bahwa sekolah merupakan ruang awal pembentukan kesadaran diri siswa tentang pentingnya hidup sehat, menjauhi narkoba, dan memilih jalur positif dalam masa remaja.
Stafrine Jeanife Adelaine Bernadus, S.Psi, dari BNN Jatim hadir sebagai narasumber utama. Dengan pendekatan empatik namun tegas, di hadapan ratusan siswa baru ia memaparkan fakta-fakta aktual tentang situasi peredaran narkoba di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan.
“Indonesia saat ini menjadi pasar potensial bagi sindikat narkoba internasional. Dengan jumlah penduduk yang besar dan letak geografis yang kompleks, negara kita menjadi sasaran empuk,” ujarnya (15/7)
Stafrine juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, tercatat 3,33 juta jiwa atau 1,73% dari penduduk Indonesia merupakan penyalahguna narkoba. Lebih mencemaskan lagi, usia rata-rata pemakai pertama kali adalah 19 tahun, bahkan ada kasus anak berusia 7 tahun di Papua yang terjerat penyalahgunaan narkoba.
Fakta-fakta ini menjadi alarm penting bagi para siswa SMATAG untuk menolak segala bentuk ajakan yang berisiko merusak masa depan. Sepanjang sesi, pesan-pesan motivasional seperti “berani berkata tidak”, “jaga lingkungan pertemanan”, hingga “pilih prestasi, bukan sensasi” menggema dan mendapat respons positif.
“Jangan biarkan narkoba jadi sayap yang patahkan mimpimu. Terbanglah tinggi dengan prestasi, karena masa depanmu adalah langit luas, penuh cahaya,” pesan Stafrine
Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial yang disampaikan. SMATAG Surabaya pun menegaskan komitmennya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan berintegritas. Karena di SMATAG, menjadi keren berarti berani memilih jalan yang benar. (Eka)