SMATAG Surabaya Gaungkan Cinta Budaya Lewat MPLS Bernuansa Jawa

  • 21 Juli 2025
  • 3076

SMA 17 Agustus 1945 Surabaya (SMATAG) sukses menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026. Selama tiga hari, sejak Selasa hingga Kamias, 15-17 Juli 2025, sebanyak 252 siswa baru dari berbagai SMP di Surabaya dan sekitarnya mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusiasme.


Tahun ini, MPLS mengusung tema “Budaya Jawa” sebagai bentuk penanaman nilai-nilai luhur bangsa sejak dini. Dengan mengangkat unsur budaya lokal, SMATAG Surabaya tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru, tetapi juga menyisipkan edukasi karakter yang kuat. 


Menariknya, para siswa baru dikelompokkan dengan menggunakan nama-nama tokoh pewayangan seperti Gathotkaca, Dewa Ruci, Krisna, Arjuna, Srikandhi, Dewi Shinta , dan Bimasena. Penamaan ini bertujuan mengenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menanamkan nilai patriotisme pada generasi muda.


Kepala sekolah SMATAG Surabaya, Drs. M. Ecep Sudrajat, MM., dalam sambutannya menyampaikan apreasiasi atas kelancaran pelaksanaan MPLS serta peran semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut. 


“MPLS tahun ini dapat kita buka dan laksanakan dengan lancar. Terima kasih kepada seluruh panitia, guru, OSIS, dan PAPBRASTAG. Kami berharap siswa baru bisa mencintai sekolah ini, dan dengan tema budaya Jawa, mereka juga belajar mencintai warisan leluhur sebagai bentuk patriotisme,” ujarnya (15/7)


Ketua OSIS SMATAG, Tegar Adiluhur, juga turut memberikan motivasi kepada peserta MPLS. Ia mengajak seluruh siswa baru untuk menikmati proses adaptasi sekaligus belajar mencintai budaya sendiri.


“Kami dari OSIS berharap teman-teman baru merasa senang mengikuti kegiatan ini. Dengan tema budaya Jawa dan nama-nama wayang yang digunakan, semoga kita bisa sama-sama belajar menghargai dan melestarikan budaya Indonesia. Saya sendiri bangga bisa menjadi bagian dari sekolah ini,” ungkapnya (15/7)


Selama tiga hari, MPLS berisi berbagai kegiatan penting dan inspiratif. Hari pertama diawali dengan upacara pembukaan, etika sosial, motivasi belajar, penyuluhan bahaya NAPZA, serta pengenalan OSIS. Hari kedua mencakup kegiatan baris-berbaris, wawasan kebangsaan, tata cara peminjaman buku, hingga pengenalan tata tertib sekolah. Hari ketiga ditutup dengan senam pagi, demo ekstrakurikuler, pertunjukan seni siswa baru, serta acara penutupan.


Kegiatan MPLS SMATAG Surabaya berlangsung tertib dan penuh semangat. Nuansa budaya Jawa yang diangkat memperkuat nilai edukatif dan inspiratif, menegaskan peran SMATAG sebagai sekolah unggulan yang membina prestasi, karakter, dan semangat kebangsaan. (Eka)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\