SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana pada 5–6 November 2025, diikuti oleh 155 siswa kelas 12. Kegiatan ini diselenggarakan di empat laboratorium komputer sekolah sebagai bentuk pelaksanaan program asesmen nasional baru yang dicanangkan pemerintah untuk menggantikan Ujian Nasional.
Pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua sesi setiap harinya. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pukul 10.30 WIB hingga selesai. Tes hari pertama mencakup mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, sedangkan hari kedua berfokus pada mata pelajaran pilihan sesuai jurusan siswa, baik IPA, IPS, maupun Bahasa.
Menurut Achmad Yusuf, M.Pd., Gr., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan SDM, seluruh persiapan telah dilakukan dengan matang, termasuk koordinasi pengawasan, pembagian jadwal, dan kesiapan perangkat komputer.
“TKA ini menjadi pengalaman pertama bagi siswa dan sekolah dalam menjalankan asesmen pengganti Ujian Nasional,” ujar Yusuf (4/11)
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa TKA diselenggarakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025. Ujian ini bertujuan mengukur capaian akademik siswa selama tiga tahun di SMA. Hasilnya tidak hanya menjadi dasar evaluasi internal sekolah, tetapi juga akan digunakan sebagai validator nilai rapor dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Untuk membantu siswa dalam menghadapi ujian, sekolah telah melakukan sejumlah pendampingan melalui latihan soal dan pembahasan materi di kelas. Kisi-kisi TKA mencakup seluruh pelajaran dari kelas 10 hingga kelas 12, sehingga diharapkan mampu menggambarkan kemampuan akademik siswa secara menyeluruh. Walau begitu, Yusuf mengakui bentuk soal dan sistem ujian menjadi tantangan tersendiri karena setiap sesi memiliki variasi pertanyaan yang berbeda.
TKA tidak jauh berbeda dengan ujian lain, sehingga pihak sekolah tidak terlalu kesulitan dalam mempersiapkannya. Selain itu, tantangan teknis juga menjadi perhatian utama, terutama pada kestabilan server pusat dan koneksi internet yang menjadi kunci kelancaran ujian. Namun, Yusuf memastikan pihak sekolah siap menghadapi segala kemungkinan yang muncul selama pelaksanaan dua hari tersebut.
“Kami sudah menyiapkan seluruh perangkat dan pembagian sesi dengan baik. Harapannya, kegiatan ini bisa berjalan lancar tanpa kendala teknis dan semua siswa bisa mengikuti tes tanpa terkecuali,” ujarnya (4/11).
Di sisi lain, sebagian siswa dikabarkan sempat merasa khawatir menghadapi TKA karena statusnya sebagai pengganti Ujian Nasional. Namun, sekolah terus memberikan dukungan moral agar para siswa tetap tenang dan percaya diri. Yusuf menyebut, penting bagi siswa untuk memaknai TKA bukan sekadar ujian formalitas, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menilai sejauh mana hasil belajar mereka.
“Tetap tenang, kerjakan sesuai kemampuan dan tetap jaga kesehatan. Hasil ini bisa menjadi bekal penting di masa depan, termasuk untuk pendaftaran perguruan tinggi,” pesannya
Pelaksanaan TKA perdana 2025 di SMATAG Surabaya menjadi momentum penting dalam mendukung kebijakan asesmen nasional yang komprehensif serta mempersiapkan siswa yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di masa depan. (Gisela)