Tekanan Digital dan Perubahan Konsumen Persempit Ruang Gerak UMKM

  • 22 Desember 2025
  • 2780

Persaingan di ruang digital kian menekan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dominasi marketplace besar dan aplikasi digital menjadikan platform daring sebagai kanal utama pemasaran, sekaligus medan persaingan yang tidak seimbang, terutama bagi pelaku usaha berskala kecil.


Keberadaan algoritma, iklan berbayar, live commerce, serta sistem rekomendasi membuat visibilitas produk UMKM tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh kualitas. Produk dari brand besar dan barang impor berharga murah berada di ruang yang sama, memaksa UMKM beradaptasi cepat agar tidak tersingkir dari perhatian konsumen.


Tekanan tersebut diperkuat oleh perubahan perilaku belanja masyarakat. Konsumen kini mengutamakan kecepatan, kemudahan, dan transaksi digital, mulai dari pembayaran non-tunai hingga belanja berbasis aplikasi. Akibatnya, banyak UMKM yang mengandalkan penjualan fisik mengalami penurunan kunjungan meski usaha tetap berjalan.


Transformasi digital menjadi kebutuhan, tetapi tidak selalu mudah dilakukan. Keterbatasan modal, rendahnya literasi teknologi, serta minimnya sumber daya manusia membuat sebagian UMKM hanya mampu bertahan tanpa ruang cukup untuk berinovasi atau memperluas pasar.


Di saat bersamaan, UMKM juga menghadapi kenaikan biaya produksi dan melemahnya daya beli masyarakat. Harga bahan baku dan distribusi meningkat, sementara konsumen semakin selektif berbelanja. Kondisi ini menegaskan pentingnya peran pemerintah melalui kebijakan afirmatif agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh berkelanjutan di tengah tekanan ekonomi dan digital. (Ivan)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\