Tradisi Hari Raya Semua Orang Kudus bagi Umat Kristen

  • 07 November 2025
  • 2936

Umat Kristen di seluruh dunia memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus atau All Saints’ Day setiap 1 November untuk menghormati semua orang kudus, baik yang telah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang hidup sederhana namun setia kepada Tuhan. Perayaan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap orang dipanggil untuk hidup dalam kasih, iman, dan pengharapan.


Melansir dari CNN International, Hari Raya Semua Orang Kudus merupakan tradisi kuno yang sudah ada sejak masa awal Kekristenan. Pada masa itu, umat menghormati para martir yang wafat karena mempertahankan iman mereka di bawah pemerintahan Romawi. Seiring waktu, penghormatan ini berkembang, tidak hanya bagi para martir, tetapi juga bagi semua orang yang hidup dalam kesetiaan dan kebaikan.


Pada abad ke-7, Paus Bonifasius IV mendedikasikan kuil Pantheon di Roma menjadi gereja bagi Santa Maria dan semua martir. Beberapa abad kemudian, Paus Gregorius IV menetapkan tanggal 1 November sebagai hari resmi untuk memperingati Semua Orang Kudus, dan sejak itu perayaan ini menyebar ke seluruh dunia Kristen.


Makna dari Hari Raya Semua Orang Kudus sangat mendalam. “Orang kudus” tidak selalu berarti mereka yang dikenal dunia dengan gelar santo atau santa, tetapi siapa saja yang berusaha hidup setia, menebarkan kebaikan, dan mencerminkan kasih Tuhan dalam keseharian. Perayaan ini mengingatkan bahwa kekudusan terbuka bagi setiap orang yang mau menjadi terang di tengah dunia.


Dalam tradisi umat Katolik, perayaan ini biasanya ditandai dengan misa khusus menggunakan warna liturgi putih sebagai lambang sukacita dan kemuliaan. Umat juga mendoakan para kudus serta mengenang kerabat atau orang yang telah mendahului mereka. Di beberapa tempat, peringatan ini dilanjutkan dengan Hari Arwah Sedunia pada 2 November, ketika umat berdoa bagi semua jiwa yang telah meninggal agar mendapat istirahat kekal.


Di Indonesia, perayaan ini menjadi kesempatan memperkuat iman dan rasa kebersamaan dalam komunitas. Di gereja, umat berkumpul, bernyanyi, dan merenungkan teladan hidup orang kudus. Di tingkat keluarga, momen ini juga bisa digunakan untuk berbagi kisah inspiratif tentang orang-orang yang meneladani kasih dan pengorbanan.


Hari Raya Semua Orang Kudus mengingatkan bahwa kekudusan bukan sesuatu yang jauh dan mustahil; ia dapat hadir dalam tindakan kecil sehari-hari, saat membantu sesama, mengampuni, dan tetap berpegang pada kebaikan meski dunia terasa gelap. Perayaan ini menjadi ajakan untuk hidup dengan hati yang kudus di tengah dunia yang terus berubah, agar setiap langkah menjadi cerminan kasih dan harapan bagi sesama. (Salsha)

?


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\