Tren capsule wardrobe kembali mencuri perhatian di TikTok melalui sound viral “Am I an Outfit Repeater, or Are You an Outfit Rememberer?” yang ramai digunakan kreator fashion. Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap fashion, dari yang sebelumnya selalu mengejar tren baru menjadi lebih sadar akan fungsi dan keberlanjutan.
Melansir dari Tempo.co, capsule wardrobe adalah konsep mengkurasi lemari pakaian agar berisi sekitar 30–40 item utama, termasuk pakaian, sepatu, dan aksesori yang mudah dipadu-padankan.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Susie Faux, desainer dan pengusaha fashion asal Inggris, pada 1970-an. Faux mendirikan butik Wardrobe di London yang menghadirkan pakaian sederhana, berkualitas, dan mudah dikombinasikan. Ia menilai bahwa gaya hidup modern membutuhkan efisiensi dan kesederhanaan. Seseorang tidak perlu memiliki banyak pakaian untuk tetap tampil modis. Prinsipnya sederhana “lebih sedikit barang, lebih banyak makna.”
Tren ini semakin kuat setelah sejumlah kreator TikTok, salah satunya Dino Augusto, menyuarakan pentingnya kesadaran dalam berpakaian. Ia memperkenalkan “aturan baru” bahwa setiap pakaian seharusnya bisa digunakan setidaknya 300 kali sebelum dianggap perlu diganti. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas dan keberlanjutan jauh lebih penting dibanding tren musiman.
Capsule wardrobe pun menjadi simbol gaya hidup minimalis dan berkelanjutan. Dengan memilih pakaian yang berkualitas serta mudah dikombinasikan, seseorang dapat tetap tampil gaya tanpa harus terus membeli barang baru.
Di era media sosial, nilai-nilai ini mulai dihidupi oleh banyak anak muda yang ingin tampil modis sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Mereka memilih item basic seperti kaos polos, kemeja putih, celana denim, dan blazer netral yang dapat digunakan untuk berbagai kesempatan.
Tren capsule wardrobe bukan hanya tentang mode, tetapi tentang cara berpikir baru, menghargai setiap pakaian yang dimiliki, memperpanjang umur pakainya, dan berkontribusi mengurangi limbah tekstil. Dalam dunia yang serba cepat, menjadi outfit repeater bukan tanda kurang gaya, melainkan bentuk kepercayaan diri dan kepedulian terhadap bumi. (Salsha)