SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya menggelar Upacara Bendera memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 di Lapangan SMPTAG Surabaya, Senin (10/11/25). Tahun ini, peringatan mengusung tema “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”
Seluruh siswa, guru, dan staf sekolah mengikuti upacara dengan khidmat. Mereka tampil mengenakan pakaian bertema pahlawan, menghadirkan suasana historis yang membangkitkan semangat perjuangan di lapangan sekolah.
Petugas upacara berasal dari berbagai jenjang kelas. Ardani (IX-A) bertugas sebagai Pemimpin Upacara, Anagah (IX-A) membacakan teks Pancasila, dan Kayla (IX-A) memandu jalannya acara. Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Chansa, Dunton Wildan, dan tim pengibar bendera SMPTAG diiringi lagu Indonesia Raya.
Salah satu rangkaian kegiatan adalah pembacaan pesan-pesan pahlawan nasional oleh perwakilan siswa dari kelas VII hingga IX. Mereka membacakan pesan perjuangan tokoh-tokoh bangsa, di antaranya Jenderal Sudirman, Bung Tomo, RA Kartini, dan BJ Habibie.
Kepala Sekolah SMPTAG Surabaya, Dra. Hj. Wiwik Wahyuningsih, M.M. membacakan pidato Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf yang menekankan pentingnya semangat perjuangan di era modern. Ia menyampaikan bahwa perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti di masa lalu, melainkan harus terus dilanjutkan oleh generasi muda melalui semangat belajar, bekerja, dan berkarya.
“Para pahlawan mengajarkan kita tentang kesabaran, keberanian, dan keikhlasan. Saat ini, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Maka tugas kita adalah meneruskan semangat itu dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya (10/11).
Wiwik juga memberikan pesan reflektif bagi para siswa untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam diri. Menurutnya, menjadi pahlawan masa kini tidak harus mengangkat senjata, tetapi bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti disiplin belajar, membantu teman, menghormati guru, dan menggunakan media sosial secara bijak.
“Surabaya adalah Kota Pahlawan. Maka, anak-anak SMPTAG Surabaya harus tumbuh dengan jiwa kepahlawanan. Pahlawan hari ini bukan hanya mereka yang berperang, tapi juga mereka yang berjuang di bidang pendidikan, menjadi pahlawan bagi keluarga, teman, dan lingkungannya,” terang Wiwik (10/11).
Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong, empati, dan tanggung jawab sosial merupakan wujud nyata kepahlawanan yang relevan di era digital saat ini. Dengan cara itu, siswa dapat menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa nasionalis.
Upacara ditutup dengan lagu ‘Gugur Bunga’ dan ‘Surabaya’ yang dibawakan oleh Tim Paduan Suara SMPTAG Surabaya, menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Pahlawan. (Boby)