Fenomena boikot konsumen terhadap produk makanan dan minuman menjadi fokus penelitian Dr. H. M. Sain S., SE., M.E., M.M., M.H. Dalam disertasinya, ia mengkaji bagaimana persepsi ketidakbertanggungjawaban sosial perusahaan dapat memengaruhi emosi, keraguan membeli, hingga perilaku boikot konsumen di Sulawesi Barat.
Kajian tersebut dipaparkan dalam rapat ujian terbuka Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya yang digelar pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam sidang tersebut, Dr. H. M. Sain S. berhasil mempertahankan disertasinya dan resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi (DIE). Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga diharapkan memberi kontribusi bagi literatur ekonomi perilaku di Indonesia.
Penelitian yang diangkat bukan sekadar pemenuhan syarat akademik, melainkan respons terhadap tren global yang sedang hangat, yakni gerakan boikot konsumen. Dalam disertasinya yang berjudul "Food Corporate Social Irresponsibility, Animosity, dan Reluctance to Buy Mendorong Boycott Behaviour dengan Consumers’ Altruistic Value Orientation sebagai Variabel Moderasi Konsumen Produk Makanan dan Minuman di Sulawesi Barat Indonesia", beliau melakukan bedah mendalam terhadap perilaku konsumen di tengah isu etika bisnis.
Fenomena ini didasari oleh data survei Juli 2024 yang menunjukkan bahwa 70,2% responden di Indonesia mendukung boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan tindakan tidak etis. Dr. H. M. Sain S. menyoroti bagaimana persepsi ketidakbertanggungjawaban sosial perusahaan (Food Corporate Social Irresponsibility) dapat memicu emosi negatif atau animositas yang berujung pada keraguan konsumen untuk membeli (reluctance to buy).
Melalui analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) terhadap 200 responden di Sulawesi Barat, penelitian ini menghasilkan temuan yang menantang pakem umum. Sain menemukan bahwa meskipun ketidakbertanggungjawaban perusahaan memicu animositas dan keraguan membeli, faktor-faktor tersebut tidak secara otomatis mendorong perilaku boikot secara nyata.
“Hasil ini menunjukkan kompleksitas perilaku konsumen. Perasaan negatif terhadap perusahaan tidak selalu diekspresikan melalui tindakan boikot jika tidak didukung oleh faktor lain seperti ketersediaan produk alternatif atau pertimbangan ekonomi,” jelasnya
Temuan ini memberikan wawasan bagi perusahaan untuk lebih serius mengelola citra dan program CSR guna menjaga loyalitas pelanggan di tengah sensitivitas etika industri makanan.
Meraih gelar tertinggi di tengah kesibukan profesional tentu menjadi perjuangan yang membutuhkan manajemen waktu luar biasa. Dr. H. M. Sain S. mengakui bahwa bimbingan telaten dari para profesor di Untag Surabaya menjadi faktor penentu kelancaran studinya.
Beliau juga mengapresiasi atmosfer akademik yang hangat, di mana dosen pembimbing bersedia mendampingi proses riset hingga mencapai bentuk yang tajam dan sesuai harapan akademik, meskipun harus melalui berbagai tantangan bimbingan.
"Tantangan terberat adalah menjaga objektivitas riset di tengah isu boikot yang sangat emosional di masyarakat. Sebagai mahasiswa, saya dituntut untuk tetap presisi dalam metodologi SEM agar hasil penelitian ini benar-benar menjadi penemuan ilmiah yang valid, bukan sekadar opini." (12/5)
Sebagai penutup, Dr. H. M. Sain S. menitipkan pesan inspiratif bagi mahasiswa yang sedang berjuang meraih gelar serupa. Beliau menekankan bahwa kunci utama kesuksesan tidak hanya terletak pada kecerdasan intelektual, tetapi juga regulasi diri dan motivasi yang kuat dari dalam diri sendiri.
"Jangan jadikan gelar sebagai beban, tapi jadikanlah riset sebagai kegemaran. Jika kita mencintai apa yang kita teliti, proses studi akan terasa lebih fleksibel dan kita akan lulus dengan penuh perjuangan yang membanggakan." Tutupnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kajian ekonomi perilaku, khususnya terkait fenomena boikot konsumen di Indonesia. Selain itu, temuan tersebut juga memberi gambaran bagi perusahaan mengenai pentingnya tanggung jawab sosial dalam menjaga loyalitas dan kepercayaan pelanggan. (Husni)