Ketekunan dan konsistensi mengantarkan Ninda Qurmaulia Dhani meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Mahasiswi Program Studi Teknik Sipil itu ditetapkan sebagai lulusan terbaik tingkat fakultas kategori sarjana pada periode semester gasal tahun akademik 2025/2026.
Ninda, yang dikenal sebagai mahasiswa berprestasi sekaligus aktif, mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari kebiasaan belajar yang disiplin sejak awal kuliah. Ia mengaku tidak mengandalkan kecerdasan semata, tetapi lebih menekankan pada konsistensi dan kerja keras.
“Saya memang merasa bukan tipe yang pintar, tetapi saya tipe yang rajin. Sebelum perkuliahan dimulai, satu hari atau bahkan satu minggu sebelumnya saya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. Jadi saat di kelas, saya tidak belajar dari nol lagi, tetapi lebih ke mengimplementasikan,” ujarnya (5/2)
Kebiasaan belajar lebih awal tersebut menurutnya sangat penting mengingat ritme perkuliahan jauh lebih cepat dibandingkan masa sekolah. Ia menilai mahasiswa harus mampu memahami dasar materi secara mandiri agar dapat mengikuti pembelajaran di kelas dengan maksimal.
“Kalau di sekolah satu bab bisa dipelajari sampai satu bulan, tetapi di kuliah satu bab bisa selesai dalam satu pertemuan. Jadi dasar-dasarnya harus dipelajari dulu, kalau tidak paham baru ditanyakan ke dosen,” tambahnya.
Selain unggul secara akademik, Ninda juga aktif berorganisasi sejak semester dua dengan bergabung di himpunan mahasiswa. Ia kemudian dipercaya menjadi asisten dosen hingga asisten laboratorium. Pengalaman tersebut menurutnya sangat membantu memperdalam pemahaman materi sekaligus melatih tanggung jawab dan manajemen waktu.
Dalam tugas akhirnya, Ninda mengangkat penelitian berjudul Analisis Risiko Keterlambatan dan Mitigasi terhadap Proyek Konstruksi di Wilayah Surabaya. Penelitian tersebut fokus pada identifikasi faktor risiko keterlambatan proyek konstruksi serta strategi mitigasinya.
“Saya menyebarkan kuesioner ke perusahaan-perusahaan konstruksi di Surabaya untuk mengetahui risiko keterlambatan yang paling dominan hingga yang paling rendah, lalu dimitigasi dari yang tertinggi sampai ke yang terendah,” jelasnya
Namun, proses penelitian tidak berjalan tanpa hambatan. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah mengumpulkan data dari perusahaan konstruksi yang menjadi responden.
“Kesulitannya ada pada penyebaran kuesioner, karena banyak perusahaan konstruksi yang sibuk, apalagi saat akhir tahun ketika mereka mempersiapkan tender dan menyelesaikan proyek. Banyak yang menolak mengisi kuesioner,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap berusaha hingga memperoleh data yang cukup untuk menyelesaikan penelitian. Kegigihan tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilannya meraih predikat lulusan terbaik.
Predikat lulusan terbaik tersebut diumumkan dalam rangkaian kegiatan Penggelaran Fakultas Teknik Program Sarjana dan Magister Gasal 2025/2026 yang digelar pada 5 Januari 2026.
Ninda juga membagikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin meraih prestasi serupa. Ia menekankan pentingnya konsistensi belajar sejak awal serta keberanian untuk bertanya ketika menghadapi kesulitan.
“Kalau ingin mendapatkan nilai bagus, pelajari materi terlebih dahulu sebelum kuliah. Saat di kelas, fokuslah untuk memahami penerapannya. Jangan ragu bertanya kepada dosen jika belum paham,” pesannya
Prestasi Ninda diharapkan menginspirasi mahasiswa lain untuk memaksimalkan potensi selama menempuh pendidikan. Fakultas Teknik Untag Surabaya berharap capaian ini mendorong lahirnya lulusan unggul yang siap berkontribusi di dunia profesional, khususnya di bidang teknik sipil dan pembangunan infrastruktur. (Boby)