Kuliah Tamu Arsitektur Kupas Penerapan Green Building pada Bangunan di Surabaya

  • 11 November 2025
  • 2933

Upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya arsitektur berkelanjutan terus dilakukan oleh Fakultas Teknik Untag Surabaya. Melalui Laboratorium Sains, Struktur, dan Budaya Program Studi Arsitektur, fakultas ini kembali menggelar kuliah tamu bertajuk “Penerapan Bangunan Hijau pada Bangunan Tinggi di Surabaya: Studi Kasus Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya.”


Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 5 November 2025, di ruang Q210 Gedung Graha Prof. Roeslan Abdulgani, dan diikuti oleh mahasiswa Arsitektur semester 4 hingga 5. Kuliah tamu tersebut menjadi ajang pembekalan bagi mereka yang tengah menempuh mata kuliah Science Architecture, Passive Design, dan SPA 5.


Ketua Program Studi Arsitektur Untag Surabaya, Dr. Ar. Andarita Rolalisasi, S.T., M.T., IPM., IAI, menjelaskan bahwa kuliah tamu kali ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antarangkatan.


“Kami undang salah satu alumni berpengalaman pada serial kuliah umum hari ini, dan diharap dapat menjadi salah satu media lintas kelas serta angkatan untuk memperkaya wawasan mahasiswa khususnya pada bangunan tinggi,” tutur Dr. Andarita


Hadir sebagai pembicara utama, Reni Wijayanti, S.T., alumni Arsitektur Untag Surabaya angkatan 2013, berbagi pengalaman profesionalnya dalam menerapkan konsep green building pada berbagai proyek arsitektur di Surabaya. Ia didampingi oleh Ar. Mufidah, S.T., M.T., IAI, akademisi Untag Surabaya yang berperan sebagai moderator dan menjaga suasana diskusi tetap interaktif.


Sejak kecil, Reni telah memendam cita-cita menjadi arsitek. Dedikasi dan pengalaman yang ia bangun sejak masa perkuliahan kini membawanya pada peran penting dalam pengembangan desain arsitektur berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Surabaya.


Materi yang ia sampaikan berfokus pada penerapan prinsip green building atau bangunan hijau dalam konteks bangunan tinggi perkotaan. Melalui studi kasus RSI Surabaya, Reni menjelaskan bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan untuk meningkatkan efisiensi energi, kualitas udara, serta kenyamanan penghuni bangunan.


Menurutnya, penerapan konsep green building memberikan banyak manfaat bagi lingkungan maupun penghuni.


“Benefit menggunakan prinsip green building pada bangunan di Surabaya seperti mengurangi konsumsi energi, kualitas udara yang lebih baik, penghematan biaya, bangunan yang lebih kokoh, dan kesejahteraan bagi penghuni ruangan. Sebenarnya itu sudah menjadi isu tersendiri yang seharusnya semua bangunan yang dirancang oleh arsitektur harus mengikuti kaidah green building,” papar alumni Arsitektur Untag Surabaya tersebut


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menjadi seorang arsitek membutuhkan keseimbangan antara teori dan praktik.


“Menjadi arsitektur tidaklah mudah, perlu di imbangi dengan skill, teori, dan juga pengalaman. Oleh karena itu, saya disini ingin membagikan pengalaman saya yang nantinya bisa menjadi insight bagi mahasiswa Untag Surabaya dalam menghadapi proyek di dunia nyata,” imbuh Reni


Sesi kuliah berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan terkait penerapan green building dan tantangan arsitektur berkelanjutan di lapangan.


“Pesan saya, mari jadi arsitek yang baik untuk membangun dunia yang lebih baik lagi” pesan Reni eni dengan bangga. (Aldi)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\