Kuliah Umum Administrasi Bisnis Kupas Peluang Hibah dan Kompetisi

  • 14 Oktober 2025
  • 2957

Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya menggelar kuliah umum bertajuk “Entrepreneurship Challenge: Sukses Lewat Kompetisi dan Hibah” pada Rabu, 8 Oktober 2025, di Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Administrasi Bisnis semester 1 dan 3 yang antusias untuk mendapatkan wawasan baru mengenai dunia kewirausahaan.


Ketua Program Studi Administrasi Bisnis, Dra. Ni Made Ida Pratiwi, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang berbagai peluang hibah dan kompetisi wirausaha yang tersedia.


“Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan pengetahuan kepada mahasiswa, khususnya semester awal yang masih belum banyak tahu soal hibah dan kompetisi wirausaha. Banyak mahasiswa punya ide, tapi belum tahu bagaimana mengembangkannya, apalagi soal pendanaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan mereka agar tahu harus berbuat apa dan ke mana arah pengembangan idenya,” jelasnya (8/10).


Ni Made juga berpesan agar mahasiswa tidak takut memulai langkah pertama dalam berwirausaha.

“Pesan saya untuk mahasiswa baru, kalau punya ide jangan cuma jadi wacana. Eksekusi idenya. Kalau terkendala pendanaan, manfaatkan saja hibah-hibah yang ada. Menang atau kalah itu urusan nanti,” ujarnya dengan penuh motivasi.


Dua pemateri inspiratif hadir mengisi sesi kuliah umum ini, yakni Dra. Awin Mulyati, M.M., dosen kewirausahaan Untag Surabaya, serta Annisa Amalia Sholihah, S.Psi., alumni Psikologi Untag Surabaya angkatan 2019 yang kini sukses mengembangkan brand fashion @Ayysee.id. Keduanya memberikan kombinasi menarik antara perspektif akademis dan pengalaman praktis di dunia bisnis.


Dalam paparannya, Dra. Awin Mulyati menjelaskan berbagai program kompetisi kewirausahaan yang bisa diikuti mahasiswa, seperti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Wirausaha Merdeka (WMK), dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Program-program tersebut tidak hanya memberikan pendanaan dari Kemendikbudristek, tetapi juga pelatihan langsung bersama mentor profesional dari industri.


“Proposal itu harus dibuat dengan semangat, ide yang inovatif, dan tema yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain itu, jangan lupa jalin komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing, karena mereka punya peran penting dalam mengarahkan proses pengajuan proposal,” ujar Awin.


Ia menambahkan bahwa mengikuti kompetisi bukan hanya soal hadiah, tetapi juga kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir strategis, membangun jaringan, serta memahami dunia usaha secara nyata.


“Mahasiswa yang berani ikut kompetisi biasanya lebih siap menghadapi dunia kerja dan punya kepercayaan diri yang tinggi,” tambahnya.


Sementara itu, Annisa Amalia Sholihah berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan kariernya. Ia mengaku aktif mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan saat masih kuliah, hingga akhirnya berhasil meraih juara pertama di ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo.


“Waktu itu saya ikut KMI Expo saat semester lima dan Alhamdulillah berhasil meraih juara pertama. Dari sana saya mendapatkan apresiasi yang kemudian saya jadikan modal awal usaha,” kenangnya


Annisa mengaku kesuksesan itu tidak datang secara instan. Sebelum menang KMI Expo, ia sempat gagal di beberapa lomba lain seperti kompetisi Pertamini dan Lomba Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (LIKMI) dari Universitas Negeri Yogyakarta. Namun, setiap kegagalan menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki ide, menambah inovasi, dan memperkuat narasi sosial dalam proposalnya.


“Menurut saya, yang penting itu bukan menangnya, tapi berani mencoba. Dari kompetisi kita dapat pengalaman, dapat mentor, dapat jaringan. Kalau menang, itu bonus. Tapi kalau gagal pun, ilmunya tetap bisa dipakai di lomba berikutnya,” ujarnya


Ia juga memberikan tips sederhana bagi mahasiswa yang ingin mulai berwirausaha: memiliki niat, memulai dari ide kecil, dan tidak takut gagal.


“Yang penting mulai dulu. Kalau kita punya ide, jangan takut salah. Jalanin saja, nanti sambil belajar dari kesalahan. Usaha yang sustain itu bukan karena pintar, tapi karena mau belajar dan berkomitmen,” tambahnya


Kegiatan kuliah umum ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa terlihat antusias berdiskusi mengenai strategi memenangkan hibah dan mengembangkan ide usaha. Banyak peserta mengaku terinspirasi oleh kisah sukses Annisa dan panduan praktis dari para dosen.


Melalui kegiatan ini, Program Studi Administrasi Bisnis menunjukkan komitmen nyata dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja melalui ide-ide inovatif dan kompetitif. Inisiatif ini menjadi langkah strategis prodi dalam mencetak lulusan yang kreatif, berdaya saing, dan berjiwa entrepreneur, sejalan dengan visi untuk membangun generasi muda yang mandiri dan unggul di bidang bisnis. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\