OpenAI Hentikan Sora, Ini Alasan di Baliknya

  • 08 Mei 2026
  • 13

Keputusan OpenAI untuk menghentikan pengembangan Sora, teknologi pembuat video berbasis kecerdasan buatan, menjadi sorotan global. Produk yang sebelumnya digadang sebagai masa depan video AI itu dihentikan hanya beberapa bulan setelah diperkenalkan ke publik, memunculkan pertanyaan besar terkait arah strategi perusahaan teknologi tersebut.


Penutupan ini didorong oleh beban biaya operasional yang sangat tinggi. Sumber industri menyebutkan, biaya komputasi untuk menjalankan layanan ini bisa mencapai sekitar satu juta dolar AS per hari. Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan tingkat monetisasi yang dihasilkan, terutama jika dibandingkan dengan performa produk lain seperti ChatGPT yang lebih stabil secara bisnis.


Selain faktor finansial, minat pengguna terhadap Sora juga dilaporkan mengalami penurunan. Setelah sempat mencatat lonjakan unduhan pada awal peluncuran, jumlah pengguna aktif disebut menurun signifikan. Kondisi ini memperkuat pertimbangan perusahaan untuk menghentikan layanan yang dinilai belum berkelanjutan secara operasional.


Dari sisi eksternal, tekanan regulasi turut menjadi faktor penting. Kemampuan Sora dalam menghasilkan video realistis memicu kekhawatiran terkait penyalahgunaan, khususnya dalam pembuatan konten deepfake tanpa izin. Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap etika AI, OpenAI disebut memilih fokus pada pengembangan model bahasa dan teknologi yang dinilai lebih aman serta siap secara regulasi.


Ke depan, OpenAI mengalihkan sumber daya ke pengembangan teknologi baru, termasuk model AI yang lebih efisien dan sistem berbasis agen. Dalam salah satu pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa mereka terus mengevaluasi prioritas pengembangan. “Kami setiap hari mempertimbangkan bagaimana mengalokasikan sumber daya komputasi untuk riset dan produk bernilai tinggi,” demikian pernyataan resmi OpenAI. Langkah ini menandai pergeseran strategi dari eksperimen visual menuju penguatan fondasi kecerdasan buatan yang lebih berkelanjutan. (Ivan)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\