Prosesi Cium Sang Saka Merah Putih Jadi Simbol Kepemimpinan Siswa SMATAG Surabaya

  • 06 November 2025
  • 2987

Semangat nasionalisme para siswa SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya tampak kuat dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Trawas, Mojokerto. Nilai itu disimbolkan melalui prosesi mencium dan menundukkan kepala kepada Sang Saka Merah Putih, menandai tekad calon pengurus organisasi siswa intra sekolah (OSIS) untuk menjadi pemimpin muda berjiwa tangguh dan berintegritas.


Sebanyak 40 calon pengurus OSIS mengikuti kegiatan LDKS pada 24–25 Oktober 2025 di Trawas, Mojokerto sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kepemimpinan siswa.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas, Sujarno, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih calon pengurus OSIS agar mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya.


“Kita latih dan didik mereka supaya bisa menjadi contoh dan panutan bagi siswa-siswa lainnya. Melalui kegiatan ini, mereka belajar tanggung jawab, kemandirian, dan kemampuan memimpin,” ujarnya (4/11).


Persiapan kegiatan dilakukan jauh hari sebelumnya dengan melibatkan guru dan siswa senior. Proses seleksi calon peserta dimulai dari rekomendasi wali kelas hingga penilaian kemampuan kepemimpinan.


LDKS tahun ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan fokus pada pelatihan administrasi, tata kelola organisasi, dan dasar-dasar kepemimpinan. Sementara tahap kedua dilaksanakan di luar sekolah, tepatnya di kawasan Trawas, Mojokerto, sebagai bentuk praktik langsung penerapan nilai-nilai kepemimpinan.


Selama dua hari kegiatan, para peserta mengikuti berbagai sesi yang dirancang untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab. Hari pertama diisi dengan pengenalan nilai-nilai organisasi dan pelatihan komunikasi efektif. Hari kedua diisi dengan outbound, sesi refleksi diri, dan kegiatan simbolik “We Are OSMATAG Surabaya” sebagai puncak acara.


Salah satu momen paling berkesan adalah prosesi mencium Bendera Merah Putih oleh seluruh calon pengurus OSIS. Tindakan ini menjadi simbol penghormatan dan komitmen siswa SMATAG Surabaya untuk menjadi pemimpin yang berjiwa nasionalis, disiplin, serta siap mengemban tanggung jawab di lingkungan sekolah.


Kegiatan LDKS juga didampingi oleh pengurus OSIS senior yang berperan sebagai panitia dan mentor lapangan. Mereka membantu peserta memahami budaya organisasi serta menanamkan semangat We Are OSMATAG yang menjadi ciri khas kepemimpinan di sekolah tersebut.


Sujarno menjelaskan, kegiatan di luar sekolah tidak hanya menjadi sarana pelatihan kepemimpinan, tetapi juga momen refreshing bagi peserta setelah rutinitas belajar di kelas. Dalam kegiatan ini, peserta belajar bahwa setiap tantangan tidak dapat diselesaikan sendirian, melainkan melalui kerja sama dan komunikasi yang baik.


“Kami berharap peserta bisa lebih mandiri, bertanggung jawab, dan memahami pentingnya kekompakan dalam berorganisasi,” ujarnya.


Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berpartisipasi dalam setiap sesi dan menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi.


Aprillicia Frisca Dewi, peserta LDKS dari kelas XI-2, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kegiatan ini.


“Dari LDKS kita diajarkan bagaimana cara komunikasi antara satu sama lain. Salah satu momen yang paling berkesan yaitu saat malam refleksi. Saat refleksi kami saling menyampaikan kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Dari situ saya jadi tahu kekurangan saya menurut orang lain, dan itu sangat membantu saya memperbaiki diri,” katanya (4/11).


April, sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa kegiatan ini memberinya pemahaman lebih dalam tentang organisasi OSIS, termasuk sejarah dan simbol-simbolnya. Selain itu, ia merasa kegiatan ini membantunya beradaptasi dengan tanggung jawab sebagai calon senior yang nantinya akan membimbing adik-adik kelas.


“Setelah ikut LDKS, saya merasa lebih sadar pentingnya komunikasi dan tanggung jawab. Saya jadi tahu bagaimana harus bersikap agar bisa membuat suasana lebih nyaman dan saling memahami,” tuturnya.


Dari berbagai rangkaian LDKS, semangat nasionalisme dan kepemimpinan para peserta tampak tumbuh kuat. Melalui kegiatan ini, calon pengurus OSIS SMATAG Surabaya diharapkan tumbuh menjadi pemimpin muda yang berkarakter, berintegritas, dan mampu memberi inspirasi di lingkungan sekolah. (Gisela)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\