Sebagai puncak rangkaian Pekan Teknik Industri ke-25 (Pekan TI #25), Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (Himatita) Untag Surabaya menggelar seminar bertajuk “Grow Up Your Career, Branding Ala Gen Z di LinkedIn” pada Selasa, 21 Oktober 2025, di Auditorium Lt.6 R. Ing. Soekonjono Untag Surabaya.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa lintas program studi ini juga menjadi bagian dari rangkaian Pekan TI yang telah dimulai sejak 20 Oktober 2025, bersamaan dengan bazar berisi 18 stand UKM kuliner dan aksesoris hasil kolaborasi mahasiswa Untag dengan mitra SMK di Surabaya.
Ketua pelaksana, Randy Wijaya, mahasiswa Teknik Industri semester 5, menjelaskan bahwa Pekan TI merupakan agenda tahunan untuk memperingati Dies Natalis Himatita setiap 26 Maret. Tahun ini kegiatan utama digelar Oktober karena penyesuaian jadwal dan kesiapan panitia.
“Awalnya acara ini ingin kami adakan di bulan Juni bersamaan dengan kegiatan donor darah dan bazar, tetapi karena persiapan belum matang, akhirnya kami geser ke bulan Oktober. Tujuannya sederhana, kami ingin mahasiswa tidak hanya aktif di akademik, tapi juga bisa mengembangkan diri dan karier, salah satunya lewat seminar ini,” ungkap Randy (21/10)
Randy menambahkan, tema “Grow Up Your Career, Branding Ala Gen Z di LinkedIn” dipilih karena mahasiswa perlu memahami cara membangun personal branding di dunia digital
“Kami ingin mahasiswa tahu bahwa personal branding itu penting, bukan hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya seperti LinkedIn,” ujarnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Ir. Faradlillah Saves, S.T., M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tema kegiatan yang dianggap relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini.
“Tema ini luar biasa. Mahasiswa sekarang harus mampu meng-upgrade diri, bukan hanya lewat kompetensi teknis, tapi juga lewat branding di dunia digital. LinkedIn adalah salah satu platform yang bisa dimanfaatkan untuk menunjukkan profesionalitas,” ujar Faradlillah.
Sementara itu, Dr. Jaka Purnama, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Industri, menilai kegiatan ini sebagai wadah yang tepat untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
“Materi ini sejalan dengan kebutuhan industri modern. Kami berharap mahasiswa Teknik Industri, dan seluruh peserta seminar, bisa mengaplikasikan ilmunya sehingga lebih siap bersaing di dunia profesional,” ungkap Jaka.
Sebagai narasumber utama, hadir Nurul Qomariah, M.Psi., Psikolog, Kepala Bagian Pengembangan Karir dan Alumni (BKA) Untag Surabaya. Dalam materinya, ia membahas pentingnya personal branding bagi generasi muda, khususnya dalam memanfaatkan LinkedIn sebagai platform profesional.
Ia menegaskan bahwa di era digital, jejak digital adalah kartu nama permanen. Setiap unggahan, komentar, dan interaksi daring membentuk reputasi profesional seseorang.
“Profil media sosial, terutama LinkedIn, dapat menjadi portofolio hidup. Karena itu, penting bagi mahasiswa menjaga konsistensi antara citra profesional dan nilai pribadi,” jelas Nurul.
Nurul juga memaparkan data bahwa 70% perusahaan kini menggunakan media sosial untuk menyaring kandidat, sementara 47% perekrut menolak pelamar yang tidak memiliki jejak digital. Ia memberikan panduan teknis membangun profil LinkedIn yang kuat, mulai dari foto profesional, penulisan motto, hingga tips menulis deskripsi pengalaman kerja dan pendidikan.
“Personal branding bukan tentang promosi diri, tapi tentang bagaimana orang lain mengingat kita bahkan saat kita tidak berada di ruangan itu. Konsistensi bukan berarti melakukan hal yang sama terus-menerus, melainkan tetap berjalan ke arah yang sama untuk membangun reputasi jangka panjang,” tutur Nurul.
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai strategi membangun profil LinkedIn yang menarik bagi perekrut.
Salah satu peserta, Diva Rahma Aulya, mahasiswa Administrasi Negara semester 5, mengaku mendapat banyak wawasan baru.
“Seminar ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih paham bagaimana cara membangun profil profesional yang bisa mendukung karier ke depan. Materinya juga praktis dan relevan dengan kebutuhan Gen Z seperti kami,” ujarnya.
Dengan semangat kolaboratif dan antusiasme tinggi, Pekan TI #25 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah pembelajaran berharga bagi mahasiswa Untag Surabaya untuk tumbuh menjadi generasi profesional, kreatif, dan siap menghadapi dunia kerja di era digital. (Boby)