Pesan Ustaz Aris Yoyok: Bersihkan Hati pada Halalbihalal YPTA Surabaya Bersama

  • 01 April 2026
  • VaniaS
  • 60

Sosok yang dikenal sebagai ustadz yang dekat dengan Eri Cahyadi, Ust. Aris Yoyok, S.Pd.I., hadir dalam kegiatan Halalbihalal Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya yang digelar di Ruang R. Soeparman Hadipranoto, Lantai 9 Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya, Senin (31/3/26).


Kegiatan yang diikuti pejabat struktural, dosen, guru, tenaga kependidikan, hingga purna tugas ini menjadi momentum merajut silaturahmi pasca Ramadan sekaligus menguatkan kebersamaan di lingkungan Kampus Merah Putih.


Hal ini selaras dengan tema yang diangkat, yakni “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan dalam Bingkai Keberagaman”, yang menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan latar belakang civitas YPTA Surabaya.


Suasana religius membuka acara melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Melyana Sifa, S.H., M.Ag, guru SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya. Ia melantunkan Surah Al-Ahzab ayat 21–22 dengan khidmat, yang berisi ajakan untuk meneladani Rasulullah serta menegaskan bahwa setiap ujian justru memperkuat keimanan. Nilai ini sejalan dengan semangat kegiatan dalam mempererat kebersamaan dan keteguhan menghadapi dinamika kehidupan.


Selanjutnya, Ketua Ta’mir Masjid Baitul Fikri Untag Surabaya, Muhamad Faizal, S.T., M.T., menyampaikan laporan kegiatan Ramadan yang mencakup ibadah harian, program sosial, hingga pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H yang berjalan lancar dengan partisipasi warga kampus dan donatur, baik dari internal maupun masyarakat sekitar.


Seluruh peserta mengikuti jalannya acara dengan khidmat, mencerminkan suasana kekeluargaan yang erat dan penuh rasa syukur setelah menjalani bulan suci Ramadan.


Dalam sambutannya, Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menyampaikan pesan kebersamaan melalui analogi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia mengibaratkan keberagaman seperti kolak, makanan yang terdiri dari berbagai bahan namun menjadi satu kesatuan yang nikmat.


“Kolak itu unsur-unsurnya ada pohong, telo, pisang, tape, kolang kaling, waluh, dijadikan satu, diberi santan dan gula menjadi makanan yang nikmat sekali. Kalau kita makan satu per satu, ya tetap pohong, tidak nikmat. Itulah Indonesia. Di ruangan ini berbagai macam keyakinan dan agama, berkumpul di kampus Merah Putih menjadi satu, bersatu dalam wadah Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya (31/3).


Memasuki sesi tausiyah, Ust. Aris Yoyok, S.Pd.I., yang juga Pimpinan Pesantren Bani Ya’qub Ketintang Surabaya, menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk membersihkan hati dan memperbaiki diri.


“Halal bihalal itu bukan sekadar saling berjabat tangan, tetapi bagaimana kita benar-benar membersihkan hati. Jadi jangan merasa sok baik dan alim, karena yang terpenting adalah keikhlasan dalam saling memaafkan dan memperbaiki diri ke depan,” ungkapnya.


Kegiatan ditutup dengan ramah tamah yang penuh kehangatan. Seluruh tamu undangan saling bersalaman dengan berbaris, menghadirkan momen saling memaafkan sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi di lingkungan YPTA Surabaya.



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

Vania

Reporter

\