Pesta Rakyat Tempoe Doloe Ajak Siswa SMPTAG Surabaya Lestarikan Budaya

  • 13 November 2025
  • 2977

Saat banyak remaja lebih akrab dengan makanan modern, para siswa SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya justru memilih menengok kembali cita rasa masa lalu. Melalui kegiatan “Lomba Bazaar Pesta Rakyat Tempoe Doloe”, mereka belajar mencintai budaya bangsa lewat sajian tradisional khas Jawa Timur yang sarat makna.


Kegiatan yang digelar pada Selasa, 11 November 2025, diikuti seluruh siswa kelas VII hingga IX. Sebanyak 12 stand bazaar menampilkan aneka makanan tradisional khas Jawa Timur yang disajikan dengan sentuhan kreativitas masing-masing kelas.


Pesta rakyat ini bukan sekadar ajang seru-seruan, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan kuliner lokal dan menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap makanan khas daerah yang mulai tergeser oleh hidangan modern.


Kepala Sekolah SMPTAG Surabaya, Dra. Wiwik Wahyuningsih, M.M., menyampaikan keprihatinannya terhadap generasi muda yang kian jarang mengenal kuliner tradisional Indonesia, khususnya Jawa Timur.


“Saya ingin anak-anak mengenal makanan khas kita. Sekarang ini kan banyak anak-anak lebih suka makanan modern seperti spageti atau dimsum, sementara makanan tradisional seperti pecel, gethuk, atau undi-undi justru tidak dikenal. Lewat bazaar ini, mereka belajar bahwa kuliner tempo dulu itu bagian dari identitas bangsa,” ujarnya (11/11)


Selain menanamkan kecintaan terhadap kuliner lokal, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa. Setiap kelas diberi kesempatan mengelola satu stand bazaar secara mandiri, mulai dari mempersiapkan produk hingga melayani pembeli dengan sopan. Posisi stand diatur melalui sistem undian agar adil bagi semua peserta.


Suasana semakin meriah dengan penampilan para siswa yang berbusana ala tempo dulu, menambah nuansa nostalgia di tengah lapangan sekolah.


“Kami ingin anak-anak juga mengenal bagaimana gaya berpakaian orang dulu. Ternyata mereka sangat antusias, bahkan tampil dengan kreativitas tinggi,” imbuh Wiwik dengan bangga.


Rangkaian acara turut dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional “Sang Petani” dan “Pasar Lerok”, hingga persembahan musik dari ekstrakurikuler band yang membawakan lagu-lagu populer seperti “Kita Kesana” dan “Everything You Are” karya Hindia. Suasana semakin hangat ketika para pengunjung mencicipi jajanan tradisional sambil menikmati hiburan dari para siswa.


Di penghujung acara, diumumkan para pemenang lomba bazaar yang berhasil memikat hati juri dan pengunjung. Juara 1 diraih oleh kelas VII-A, disusul kelas IX-A sebagai juara 2, dan kelas VIII-A sebagai juara 3. Penilaian didasarkan pada kreativitas dekorasi stand, keunikan makanan, serta semangat dalam menjual dan melayani pengunjung.


Melalui kegiatan ini, SMPTAG Surabaya tidak hanya memperingati Hari Pahlawan, tetapi juga menanamkan nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya Indonesia di kalangan siswa.


“Pahlawan masa kini bukan lagi yang berperang mengangkat senjata, tapi yang menjaga dan melestarikan budaya bangsanya. Dengan mengenal dan mencintai warisan kuliner lokal, anak-anak sudah menjadi pahlawan kecil bagi budayanya sendiri,” tutup Wiwik. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\