Seminar Fakultas Psikologi Untag Soroti Patriotisme di Tengah Globalisasi

  • 06 Mei 2026
  • 38

Patriotisme di kalangan anak muda kembali menjadi topik penting di tengah perkembangan global dan arus digitalisasi yang semakin pesat. Melalui Seminar Merah Putih, Fakultas Psikologi Untag Surabaya menghadirkan ruang diskusi untuk membangun kesadaran kebangsaan sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga identitas nasional.


Fakultas Psikologi Untag Surabaya menggelar Seminar Merah Putih bertema “Gen Z dan Patriotisme: Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air di Tengah Dinamika Konflik Global” pada Senin (04/05/26) di Graha Wiyata Lt. 9 Untag Surabaya.


Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Airlangga, hingga Universitas Trunojoyo Madura.


Seminar menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda yang memberikan perspektif beragam terkait tantangan kebangsaan di era modern.


Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya, Dr. Diah Sofiah, S.Psi., M.Si., Psikolog, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus refleksi bersama.


“Melalui gagasan, diskusi, dan semangat baru, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air yang relevan dengan kondisi saat ini, serta memperluas wawasan dan memperkuat komitmen kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.


Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., hadir sebagai narasumber yang membahas pentingnya patriotisme dalam membangun karakter kebangsaan generasi muda. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memahami perbedaan antara nasionalisme dan patriotisme. Menurutnya, patriotisme bukan hanya rasa cinta terhadap bangsa, tetapi juga kesiapan untuk berkorban demi mempertahankan kedaulatan negara.


“Kalau nasionalisme itu mencintai, maka patriotisme adalah semangat dan kesiapan untuk berkorban dalam membela bangsa dan negara,” jelasnya.


Ia juga mengajak peserta untuk tidak melupakan sejarah bangsa Indonesia, termasuk masa penjajahan yang menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas nasional. Menurutnya, pemahaman sejarah dapat memperkuat kesadaran kebangsaan.


Sementara itu, narasumber lainnya, Valentino Dewa Setyawan, menyoroti posisi Indonesia dalam perkembangan digital. Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar digital, namun mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, melainkan turut berperan aktif dalam membangun ekosistem digital nasional.


“Generasi muda perlu naik kelas, dari sekadar pengguna menjadi bagian aktif dalam membangun ekosistem digital nasional,” ungkapnya.


Seminar ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga identitas nasional, sekaligus mendorong peran aktif mereka dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks. (Aura)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\