Sistekin Untag Surabaya Bekali Mahasiswa untuk Tugas Akhir

  • 12 Mei 2026
  • 6

Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (Sistekin) Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Untag Surabaya menggelar Seminar Metodologi Penelitian pada Jumat, 8 Mei 2026, di Ruang Auditorium Lantai 6 Gedung R. Ing Soekonjono Untag Surabaya.


Kegiatan ini dihadiri oleh dosen-dosen FTEIC Untag Surabaya serta menghadirkan pakar metodologi penelitian, Prof. Dr. Fajar Astuti Hermawati, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber utama. Seminar ini ditujukan khusus bagi mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 sebagai bagian dari persiapan akademik sebelum memasuki tahap tugas akhir.


Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistekin, Ardy, S.Kom., M.MT., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar mahasiswa mulai mempersiapkan diri lebih awal melalui pemahaman metodologi penelitian.


“Harapannya teman-teman Sistekin mempelajari dan mempersiapkan diri untuk tugas akhir melalui seminar metode penelitian ini,” ujarnya (8/5)


Seminar dilanjutkan dengan sesi materi yang dimoderatori oleh Intan Dzikria, M.IM., Ph.D. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan bahwa penelitian tidak hanya diperlukan untuk penyusunan tugas akhir, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai kebutuhan akademik lainnya, seperti penelitian dosen maupun kompetisi ilmiah.


“Penelitian tidak hanya dilakukan untuk tugas akhir, tapi juga berbagai macam kondisi untuk penelitian misalnya dalam penelitian dosen atau penelitian dalam lomba. Ini merupakan proses belajar bersama dengan harapan nanti kita dapat memahami prosesnya seperti apa sehingga mahasiswa tidak kaget pada saat mengerjakan tugas akhir,” jelasnya.


Pada sesi inti, Prof. Dr. Fajar Astuti Hermawati memaparkan dasar-dasar penelitian, mulai dari perumusan masalah, tinjauan pustaka, desain penelitian, hingga teknik pengumpulan data. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai jenis metode penelitian, yakni kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran.


Ia menjelaskan bahwa penelitian kualitatif umumnya digunakan untuk menganalisis fenomena atau permasalahan yang belum familiar, dengan fokus pada analisis teks, seperti hasil wawancara.


“Kalau di kualitatif yang dianalisis adalah teks, biasanya dari hasil wawancara,” jelasnya


Sementara itu, metode kuantitatif digunakan ketika permasalahan penelitian sudah jelas dan dapat diukur secara numerik. Menurutnya, pendekatan ini lebih relevan diterapkan pada bidang teknik karena berkaitan dengan pengukuran data, seperti akurasi dan presisi.


“Kalau di Sistekin cocoknya pakai metode kuantitatif karena menghitung akurasi, presisi. Jadi memang kalau di teknik biasanya lebih ke kuantitatif,” ungkapnya


Selain membahas metode penelitian, seminar juga menekankan pentingnya penyusunan latar belakang, hipotesis, serta pemilihan instrumen penelitian yang tepat. Peserta turut dikenalkan pada sumber referensi ilmiah nasional maupun internasional yang dapat digunakan sebagai pendukung penelitian akademik.


Materi yang disampaikan dinilai penting, khususnya bagi mahasiswa angkatan 2023 yang dalam waktu dekat akan memasuki tahap penyusunan tugas akhir. Kegiatan ini juga menjadi seminar metodologi penelitian pertama yang diselenggarakan bagi mahasiswa Sistekin sejak program studi tersebut dibuka.


Sistekin Untag Surabaya berharap seminar ini dapat memberikan pemahaman awal yang kuat kepada mahasiswa mengenai proses penelitian ilmiah sebelum memasuki tahap tugas akhir. Bekal tersebut diharapkan membantu mahasiswa menyusun penelitian yang sistematis, relevan, serta menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan dunia teknologi. (Dini)


https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\