Setiap tahun, SMATAG Surabaya memberi ruang bagi siswanya untuk belajar menjadi warga demokratis. Tahun ini, momentum itu hadir kembali lewat Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2025–2026 yang digelar pada 10 November 2025.
Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Melalui proses pemilihan, mereka belajar berorganisasi, memahami arti demokrasi, dan berlatih memilih pemimpin dengan cara yang dewasa dan bertanggung jawab.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Humas SMATAG Surabaya, Sujarno, S.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai bagian penting dari pendidikan karakter.
“Supaya siswa dapat berorganisasi secara menyeluruh, dibuktikan dengan adanya pemilihan wakil ketua dan ketua OSIS,” ujar Sujarno (10/11)
Tahun ini, proses pemilihan berlangsung dengan tahapan yang terstruktur, dimulai dari seleksi calon pengurus OSIS, dilanjutkan dengan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) sebagai pembekalan bagi calon pemimpin muda. Setelah itu, para kandidat memasuki masa kampanye dan debat terbuka sebelum akhirnya menghadapi hari pemungutan suara.
Seluruh warga sekolah turut ambil bagian dalam pesta demokrasi ini. Para calon ketua dan wakil ketua OSIS tampil percaya diri di hadapan guru dan siswa, menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka dalam sesi orasi terbuka. Debat antar kandidat pun berjalan seru dan sportif, memperlihatkan kemampuan berpikir kritis dan keberanian berpendapat yang menjadi cerminan calon pemimpin masa depan.
Sujarno mengaku bangga dengan antusiasme siswa tahun ini.
“Siswa antusias sekali. Dari awal proses pesta demokrasi ini banyak yang meluangkan waktu untuk mengikuti orasi dan kegiatan kampanye. Semua siswa juga ikut memberikan suara secara langsung,” tuturnya
Dari seluruh proses seleksi, terpilih tiga pasangan calon (paslon) yang berkompetisi memperebutkan posisi Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Sekolah menetapkan kriteria ketat dalam seleksi, mulai dari prestasi akademik, rasa tanggung jawab, dedikasi terhadap sekolah, hingga kecintaan terhadap SMATAG Surabaya. Harapannya, pemimpin yang terpilih tak hanya aktif dan cerdas, tetapi juga berintegritas.
Setelah melalui pemungutan suara yang berlangsung secara transparan, pasangan Mido Sakhi Zaidan, siswa kelas XI-2, terpilih sebagai Ketua OSIS periode 2025–2026. Mido menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan.
“Perasaan saya sangat terharu karena tidak menyangka bisa dipercaya menjadi Ketua OSIS. Ini bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab besar untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi sekolah tercinta,” ungkap Mido (12/11).
Dalam kepemimpinannya, Mido mengusung visi untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang Solidaritas, Mandiri, Aktif, Religius, dan Terampil yang disingkat menjadi SMART. Ia ingin membawa semangat kolaboratif agar OSIS benar-benar menjadi wadah bagi seluruh siswa. Salah satu program unggulannya adalah “Suara 17” (Solusi Usulan Aksi Realistis Anggota 17), forum aspirasi terbuka bagi siswa untuk menyampaikan ide dan masukan.
“Melalui Suara 17, kami ingin membuka ruang komunikasi dua arah agar OSIS bisa benar-benar menjadi wadah bersama seluruh siswa,” jelas Mido
Lebih dari sekadar menyusun program, Mido juga menekankan pentingnya kekompakan antaranggota OSIS. Ia berencana membangun hubungan yang erat dan saling mendukung dalam setiap kegiatan. Baginya, keberagaman karakter dalam organisasi justru menjadi kekuatan utama untuk melahirkan kerja tim yang solid.
Pihak sekolah menyambut baik semangat kepemimpinan yang ditunjukkan Mido dan timnya. Sujarno menegaskan bahwa sekolah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap program kerja OSIS agar dapat berjalan efektif dan memberi dampak positif bagi siswa.
“Harapan saya, meskipun tidak semua terpilih menjadi pemimpin, kegiatan ini bisa memotivasi siswa lain untuk terus berkontribusi dan meningkatkan kualitas SMATAG,” ujarnya
Pemilihan Ketua OSIS SMATAG Surabaya menjadi bukti bahwa pendidikan demokrasi dapat tumbuh sejak bangku sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar memilih dan dipilih dengan bijak, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan karakter kepemimpinan yang kritis dan berintegritas. Dengan semangat baru pengurus periode 2025–2026, SMATAG Surabaya optimistis membangun lingkungan sekolah yang aktif, kreatif, dan inspiratif. (Gisela)