SMPTAG Surabaya Gelar Outing Class dan LDKS Sepekan Penuh

  • 06 November 2025
  • 2925

SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya menjalani satu pekan penuh kegiatan pembelajaran aktif pada Oktober 2025. Dimulai dengan outing class berturut-turut selama tiga hari pada 20, 21, dan 22 Oktober, kegiatan ini menjadi bagian dari Kegiatan Tengah Semester (KTS) 2025. Setelah rangkaian tersebut, sekolah menutup sepekan dengan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada 23–24 Oktober. 


Melalui kegiatan outing class, siswa diajak keluar dari ruang kelas untuk merasakan langsung proses belajar di alam, situs sejarah, dan lembaga pemerintahan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat karakter siswa.


Kelas VIII: Belajar Sains di Kebun Teh Wonosari


Mengawali kegiatan pada Senin, 20 Oktober 2025, siswa kelas VIII berkunjung ke Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang, Jawa Timur. Di sana, mereka belajar mengenai proses pembuatan teh, mulai dari pemetikan daun hingga menjadi produk siap minum.


Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang proses tumbuhan dan pengolahan hasil bumi.


Wakil Kepala Sekolah SMPTAG Surabaya, Aditya Yoastara, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi siswa.


“Selain edukatif, kebun teh ini juga agrowisata yang indah. Anak-anak belajar sambil menikmati pemandangan di lereng pegunungan, jadi tidak terasa seperti belajar,” ujarnya (3/11).


Para siswa tampak antusias berinteraksi dengan pemandu kebun, mencatat proses pengolahan, hingga mencicipi teh hasil olahan langsung di lokasi.


Kelas VII: Menapak Jejak Sejarah Majapahit


Pada Selasa, 21 Oktober 2025, giliran siswa kelas VII yang mendapatkan kesempatan belajar sejarah dan sosial di Museum Majapahit, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Di tempat ini, mereka menyaksikan langsung berbagai peninggalan kerajaan terbesar di Nusantara, seperti artefak, patung, hingga miniatur bangunan kuno.


Usai dari museum, rombongan melanjutkan kunjungan ke Makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Jombang, Jawa Timur. Dari sana, siswa belajar tentang nilai toleransi dan kepemimpinan seorang tokoh bangsa.


“Kegiatan ini membuat anak-anak lebih menghargai sejarah bangsanya sekaligus belajar tentang keberagaman,” kata Aditya.


Kelas IX: Mengenal Pemerintahan dan Sejarah Kota Surabaya


Rangkaian kegiatan berlanjut pada Rabu, 22 Oktober 2025, untuk siswa kelas IX dengan tema pembelajaran sejarah dan kewarganegaraan. Mereka mengunjungi Balai Kota Surabaya, Museum Pusat Angkatan Laut di Perak, serta kawasan Kota Lama Surabaya.


Di Balai Kota, siswa mempelajari sistem pemerintahan dan pelayanan publik. Sementara di Museum Angkatan Laut, mereka mengenal peran Surabaya sebagai kota pahlawan maritim. Kegiatan ditutup dengan berjalan-jalan di kawasan Kota Lama untuk mengenal arsitektur bersejarah dan potensi wisata budaya kota.


“Belajar di luar membuat anak-anak lebih mudah memahami pelajaran, karena mereka melihat langsung apa yang biasanya hanya dibaca di buku,” tambah Adit


Selama pelaksanaan KTS, seluruh siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga belajar bersosialisasi, bekerja sama, dan menghargai lingkungan sekitar.


“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, karena dari luar kelas pun anak-anak bisa menemukan banyak pelajaran kehidupan,” tutup Wakil Kepala Sekolah SMPTAG Surabaya


Kegiatan outing class kemudian diikuti dengan pelaksanaan LDKS pada 23–24 Oktober, yang menjadi penutup rangkaian sepekan penuh pembentukan karakter siswa SMPTAG Surabaya. Seluruh pengalaman itu memberi pelajaran nyata bahwa proses belajar dapat dilakukan di mana saja, selama semangat ingin tahu terus hidup. (Boby)



https://untag-sby.ac.id
https://www.untag-sby.ac.id

\