Sembilan siswa SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya mengikuti program Student Visiting and Excursion to Singapore and Malaysia sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan melalui pengalaman belajar lintas negara.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 26–29 April 2026 ini diikuti oleh sembilan siswa, yaitu Senja Syifa’el Shinby Andhanie, Bilqiis Benita Un, Alva Agya Batrisya, Elvina Dwi Kuswara, Khanzha Putri Andini, Sujudaka Fadil Subroto, Kennard Kalani Prayata Sudrajat, Alexander Androe Prasetyaji, dan Fardan Dzaki Mubarok.
Program ini merupakan agenda rutin sekolah yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir dengan berbagai negara tujuan, seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia. Pada kunjungan tahun sebelumnya, SMATAG Surabaya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi, seperti Global Indian School, UiTM, dan UTHM.
Guru pendamping SMATAG Surabaya, Achmad Yusuf, M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada kunjungan wisata, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat.
“Selain untuk kunjungan budaya dan kunjungan ke sekolah untuk memperkenalkan budaya yang ada di dua negara, ini juga memberikan insight kepada anak-anak mengenai situasi negara tersebut dari segi kebudayaan, kedisiplinan, dan lain sebagainya,” ujarnya (4/5)
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun kerja sama antar lembaga pendidikan. Pada kunjungan tahun 2026, SMATAG Surabaya menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Islamic International School Malaysia sebagai bentuk penguatan relasi akademik internasional.
Menariknya, partisipasi siswa dalam program ini bersifat terbuka tanpa seleksi khusus. Sekolah memberikan kesempatan kepada seluruh siswa yang berminat, dengan pembiayaan yang bersifat swadaya dari orang tua masing-masing.
Dalam persiapannya, siswa tidak hanya mengurus dokumen administratif seperti paspor, tetapi juga menjalani latihan intensif untuk menampilkan pertunjukan budaya. Salah satu agenda utama adalah penampilan tari medley sebagai representasi budaya Indonesia yang dipersiapkan melalui delapan kali pertemuan latihan.
Rombongan berangkat dari Surabaya menuju Singapura pada 26 April 2026, sebelum pada malam harinya melanjutkan perjalanan darat menuju Malaysia. Di Singapura, siswa mengikuti rangkaian kunjungan ke sejumlah lokasi seperti Merlion Park, Universal Studios Singapore, Gardens by the Bay, Masjid Sultan, serta kawasan Bugis Street, yang dikemas sebagai pembelajaran mengenai tata kota, kedisiplinan publik, serta interaksi sosial masyarakat perkotaan.
Bagi siswa, pengalaman ini memberikan pembelajaran yang berbeda dari ruang kelas. Salah satu peserta, Senja Syifa’el Shinby Andhanie, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasannya terhadap perbedaan budaya dan aturan di luar negeri.
“Saya ikut kegiatan ini awalnya karena penasaran sama budaya di sana, terus juga mau cari pengalaman bagaimana di luar negeri. Saya dapat banyak pelajaran, seperti aturan di sana yang ternyata harus dipatuhi dan berbeda dengan di Indonesia,” tuturnya.
Pengalaman paling berkesan baginya adalah saat menampilkan tari tradisional Indonesia di Islamic International School Malaysia.
“Awalnya agak malu, tapi akhirnya saya merasa bangga karena sudah memperkenalkan budaya Indonesia,” katanya.
Kesan serupa juga dirasakan peserta lain, Fardan Dzaki Mubarok, yang mengaku terkesan saat mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Malaysia. Menurutnya, kegiatan tersebut menambah wawasan sekaligus memberikan refleksi terhadap penerapan kedisiplinan di Indonesia.
“Kegiatan yang paling berkesan bagi saya adalah ketika mengunjungi tempat bersejarah yang menambah pengetahuan saya. Harapan saya semoga aturan di sana bisa diterapkan di negara Indonesia,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa juga dituntut untuk beradaptasi dalam komunikasi menggunakan bahasa Inggris serta membangun keberanian untuk berinteraksi dengan lingkungan baru.
SMATAG Surabaya berharap kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan siswa, tetapi juga menanamkan kedisiplinan dan manajemen keuangan. Ke depan, SMATAG Surabaya berkomitmen melanjutkan kerja sama internasional guna mendukung pendidikan berbasis global. (Dini)