Riset bukan sekadar angka dan teori, tetapi juga tentang kisah manusia di baliknya. Semangat inilah yang terasa kuat dalam Bakti Alumni 2025 Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, yang digelar Kamis, 16 Oktober 2025, secara daring melalui Zoom Meeting.
Lebih dari seratus peserta, terdiri atas mahasiswa, dosen, dan alumni mengikuti kegiatan tahunan ini. Tahun ini, para alumni memaparkan hasil penelitian yang tidak hanya menarik secara akademis, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan nyata, seperti kesehatan mental, relasi keluarga, serta ketahanan diri di era digital.
Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya, Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, M.Si., Psikolog, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang sinergi lintas generasi di lingkungan Kampus Merah Putih.
“Ini adalah kegiatan rutin Fakultas Psikologi Untag Surabaya untuk melihat penelitian menarik dari para alumni. Harapannya, hasil-hasil tersebut bisa menginspirasi munculnya penelitian baru yang bermanfaat bagi pendidikan dan masyarakat,” ujarnya (16/10).
Kegiatan ini dipandu oleh Inka Sukma Melati sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber dengan tema beragam, mulai dari isu remaja, hubungan keluarga, kesejahteraan psikologis, hingga metodologi riset lanjutan.
Peneliti pertama, Cynthia Alinda P., S.Psi., memaparkan riset berjudul “Hubungan antara Peer Attachment dan Shyness dengan Problematic Internet Use pada Remaja.” Hasilnya menunjukkan bahwa remaja dengan keterikatan emosional kuat terhadap teman sebaya memiliki risiko lebih rendah mengalami kecanduan internet. Menariknya, sifat malu (shyness) justru berperan sebagai faktor protektif, bukan pemicu, terhadap perilaku tersebut. Temuan ini memberikan perspektif baru tentang dinamika sosial dan perilaku digital remaja.
Peneliti kedua, Umi Laili Nararrya Putri, S.Psi., M.Psi., memaparkan hasil risetnya berjudul “Hubungan Parental Phubbing dengan Problematic Internet Use yang Dimediasi Parent-Child Relationship dan Basic Psychological Need Satisfaction pada Remaja.”
Penelitian ini menemukan bahwa semakin sering orang tua mengabaikan anak karena penggunaan ponsel (parental phubbing), semakin tinggi pula risiko penggunaan internet bermasalah pada remaja.
“Hubungan emosional yang hangat dan pemenuhan kebutuhan psikologis dasar seperti kemandirian, kompetensi, dan keterhubungan sosial menjadi faktor penting untuk mencegah perilaku digital yang tidak sehat,” jelasnya.
Sesi ketiga diisi oleh Hanna Fitri Ikrima Dini, S.Psi., M.Psi., melalui riset berjudul “Hubungan Self-Compassion dan Subjective Well-Being pada Residen NAPZA dengan Resiliensi sebagai Variabel Mediator.”
Penelitiannya menunjukkan bahwa kemampuan untuk berbelas kasih pada diri sendiri (self-compassion) berperan besar dalam meningkatkan kebahagiaan subjektif individu yang sedang menjalani rehabilitasi.
“Semakin tinggi belas kasih terhadap diri sendiri, semakin besar kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan, kegagalan, dan masa lalu yang penuh luka,” ujar Hanna.
Sesi terakhir disampaikan oleh Amherstia Pasca Rina, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang juga dosen Fakultas Psikologi Untag Surabaya. Ia memaparkan riset bertajuk “Menguatkan Dasar Riset Psikologi: Integrasi Adaptasi Alat Ukur dan Confirmatory Factor Analysis (CFA).”
Amherstia menekankan pentingnya adaptasi alat ukur lintas budaya untuk menjaga validitas dan reliabilitas riset psikologi.
“Peneliti perlu memahami prosedur metodologis agar hasil riset memiliki kekuatan empiris dan dapat digunakan di berbagai konteks budaya,” tuturnya.
Kegiatan Bakti Alumni Fakultas Psikologi Untag Surabaya 2025 tidak hanya menjadi ajang berbagi hasil penelitian, tetapi juga wadah refleksi dan kolaborasi akademik. Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Untag Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan riset yang relevan, humanis, dan berdampak sosial bagi masyarakat. (Dini)