Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, dosen sekaligus Ketua Program Studi Profesi Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, terpilih sebagai Presiden ASEAN Regional Union of Psychological Societies (ARUPS) periode 2025–2027. Ia terpilih melalui pemilihan aklamasi dalam Kongres ARUPS yang digelar di Cebu, Filipina, dan diikuti oleh perwakilan dari lima negara ASEAN.
ARUPS merupakan organisasi regional yang menaungi asosiasi psikologi di Asia Tenggara, dengan anggota dari Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Berdiri sejak 2004, organisasi ini menjadi wadah kolaborasi antarnegara dalam pengembangan ilmu dan praktik profesi psikologi di tingkat regional.
Dalam wawancara bersama tim Warta 17 Agustus, Dr. Andik menjelaskan bahwa pemilihan presiden ARUPS digelar dua tahun sekali bersamaan dengan kongres sebagai ajang pergantian kepemimpinan.
“Pemilihan dilakukan melalui rapat khusus yang dihadiri dua perwakilan dari masing-masing negara anggota. Tahun ini saya terpilih secara aklamasi, dan Kongres berikutnya pada 2027 akan diselenggarakan di Indonesia,” ungkapnya dengan penuh syukur (17/10).
Sebelum dipercaya memimpin ARUPS, Dr. Andik aktif sebagai Bendahara ARUPS periode 2023–2025 dan pengurus di Asia Pacific Psychology Alliance (APPA) sejak 2020. APPA adalah organisasi payung yang menghimpun asosiasi psikologi dari lebih dari 20 negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Jepang, China, India, Australia, dan negara-negara ASEAN.
Meski memiliki tanggung jawab di tingkat internasional, Dr. Andik menegaskan akan fokus membangun jejaring di kawasan ASEAN. Menurutnya, penguatan kolaborasi antarnegara di Asia Tenggara menjadi langkah strategis untuk menyetarakan kompetensi psikolog di kawasan ini serta membuka peluang bagi Indonesia berperan lebih aktif di kancah global.
“Saya memutuskan mundur dari kepengurusan Asia Pacific agar lebih fokus di ASEAN, karena masih banyak negara yang belum bergabung dalam ARUPS, seperti Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, Brunei, dan Timor Leste. Target saya adalah menjadikan seluruh negara Asia Tenggara sebagai anggota aktif ARUPS,” tegasnya.
Sebagai Presiden ARUPS, Dr. Andik membawa visi memperkuat kerja sama lintas negara dalam pengembangan standar profesi psikologi di Asia Tenggara. Ia menilai, penyelarasan standar keilmuan dan etika profesi penting agar psikolog dari satu negara dapat diakui di negara anggota lainnya.
“Jika standar profesi psikologi di tingkat ASEAN disepakati, maka psikolog dari Indonesia bisa bekerja di Filipina atau sebaliknya dengan mengikuti ketentuan yang sama. Ini langkah maju menuju integrasi profesional di kawasan,” tuturnya.
Selain memperkuat kolaborasi akademik, ARUPS juga berperan dalam penanganan krisis lintas negara seperti bencana alam dan situasi darurat yang membutuhkan dukungan psikologis.
“Misalnya, jika terjadi gempa di satu negara, para psikolog dari negara ASEAN lain bisa turun membantu. Jadi, kolaborasinya tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga pelayanan kemanusiaan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Andik membagikan refleksi tentang perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin organisasi regional. Ia menekankan bahwa keberhasilan di tingkat internasional berawal dari keberanian, jejaring luas, dan kepercayaan diri.
“Banyak mahasiswa kita sebenarnya punya kemampuan, tetapi kurang percaya diri, terutama dalam bahasa Inggris. Padahal, dalam forum internasional, yang terpenting adalah komunikasi dan kemauan untuk berpartisipasi,” ujarnya.
Presiden ARUPS sekaligus Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia ini juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kegiatan ilmiah internasional, berani mempresentasikan ide, serta membangun jejaring global.
“Jadilah global citizen. Jangan hanya berpikir di level lokal atau nasional. Tunjukkan ide-ide inovatif kalian ke dunia internasional, karena belum tentu mereka lebih hebat dari kita. Indonesia punya kekayaan budaya dan perspektif psikologi yang sangat unik dan ditunggu oleh dunia,” pesannya.
Keaktifan Dr. Andik di berbagai organisasi internasional mencerminkan pengakuan atas kapasitas akademik, kredibilitas profesional, dan kontribusinya dalam pengembangan standar profesi psikologi lintas negara. Terpilihnya sebagai Presiden ARUPS menjadi capaian monumental yang tidak hanya menegaskan kompetensinya, tetapi juga menunjukkan bahwa Untag Surabaya terus melahirkan dosen berprestasi yang mampu menorehkan kiprah hingga kancah dunia. (Boby)