Berpuasa selama 12 jam bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga memicu serangkaian proses biologis di dalam tubuh. Perubahan-perubahan ini justru memberi berbagai manfaat bagi kesehatan.
Melansir Nawacita.co, salah satu perubahan pertama yang terjadi adalah penggunaan cadangan glukosa sebagai sumber energi utama. Setelah beberapa jam tanpa makan, kadar insulin menurun dan tubuh mulai mengatur ulang metabolisme agar tetap stabil. Kondisi ini disebut dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kadar gula darah tetap terkendali.
Selain itu, pembatasan waktu makan juga berpotensi membantu pengendalian berat badan. Dengan durasi puasa sekitar 12 jam atau lebih, frekuensi ngemil dan asupan kalori harian cenderung berkurang. Hal ini dapat mendukung penurunan berat badan secara bertahap jika diimbangi pola makan sehat saat berbuka.
Puasa juga dapat memicu proses autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh dalam membersihkan dan mendaur ulang komponen sel yang rusak. Proses ini dinilai penting untuk menjaga fungsi sel tetap optimal serta mendukung kesehatan jangka panjang.
Tak hanya itu, sistem pencernaan pun mendapat waktu istirahat. Selama tidak ada makanan yang masuk, usus menjalankan proses pembersihan alami melalui mekanisme tertentu untuk menjaga keseimbangan saluran cerna.
Puasa juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama bila waktu makan tidak terlalu larut malam. Tanpa beban pencernaan berat saat tidur, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk melakukan pemulihan.
Pembatasan makan dalam durasi tertentu juga dikaitkan dengan potensi penurunan peradangan dalam tubuh. Penurunan respons inflamasi ini berhubungan dengan berkurangnya risiko sejumlah penyakit metabolik.
Respons tubuh terhadap puasa bisa berbeda pada setiap individu, tergantung kondisi kesehatan, pola makan, serta aktivitas harian masing-masing. Puasa 12 jam bukan sekadar rutinitas tanpa makan, melainkan proses adaptasi kompleks yang melibatkan metabolisme, hormon, hingga mekanisme perbaikan sel di dalam tubuh. (Maulana)